IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Sebanyak sembilan warga di wilayah Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, menjalani perawatan di rumah sakit akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Oktober 2026. Menyikapi temuan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan melakukan pengasapan atau fogging di wilayah terdampak untuk menekan penyebaran nyamuk penular DBD.
Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono, mengatakan langkah fogging diambil setelah ditemukan sembilan warga yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, fogging bukan pilihan utama dalam pengendalian DBD karena menggunakan bahan kimia yang berisiko jika tidak diterapkan secara tepat. Namun, peningkatan kasus yang berlangsung cepat membuat tindakan tersebut perlu dilakukan.
“Fogging ini sebenarnya menggunakan racun. Kami sebetulnya mengurangi tindakan fogging, tetapi karena peningkatannya sangat cepat dan beberapa hari ini sudah ditemukan sembilan orang dirawat di rumah sakit, maka kami putuskan melakukan fogging,” terang Imam, selasa (20/10/26)
Selain melakukan pengasapan, Dinkes Bulungan bersama petugas puskesmas melakukan pemantauan di wilayah terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan penyebaran DBD sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penularan.
Imam menegaskan, fogging tidak cukup untuk memberantas DBD apabila tidak disertai upaya pemberantasan sarang nyamuk. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.
Dinkes Bulungan juga mengimbau pemerintah kecamatan, pengurus RT dan RW untuk menggerakkan kerja bakti bersama warga. Masyarakat diminta menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan menggunakan losion antinyamuk, memasang perlindungan antinyamuk, serta memelihara ikan pemakan jentik pada tempat penampungan air yang sesuai.
“Kegiatan kerja bakti di lingkungan masing-masing sangat penting. Menerapkan 3M Plus merupakan salah satu langkah paling efektif dalam pencegahan DBD,” tegasnya.
Imam mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap DBD di tengah perhatian terhadap persoalan kabut asap yang melanda wilayah Bulungan. Penyakit tersebut dapat menyerang semua kelompok usia dan berisiko menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik.
“DBD ini tidak mengenal usia. Bayi, anak kecil, orang dewasa, hingga lansia bisa terpapar. Jika penanganannya tidak baik, penyakit ini bisa menyebabkan kematian,” pungkasnya.
Masyarakat yang mengalami demam tinggi mendadak atau gejala lain yang mengarah pada DBD diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Penanganan sejak dini penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.***(IBM02)



