IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Kondisi kabel yang terlihat semrawut dan menjuntai rendah di kawasan Jalan Manggis RT 09, Tanjung Selor, dikeluhkan warga, terutama para pengguna jalan. Selain merusak pemandangan kawasan perkotaan, kabel yang nyaris menyentuh badan jalan itu dinilai membahayakan keselamatan, terlebih setelah salah satu kabel diduga tersangkut kendaraan berukuran besar hingga merusak penyangganya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai perhatian dan tanggung jawab perusahaan pemilik kabel dalam melakukan penataan serta perawatan infrastruktur. Pasalnya, hingga kini kabel yang terdampak insiden masih terlihat menggantung rendah dan belum tampak adanya perbaikan permanen.
Salah seorang warga setempat, Mukhlis (56), mengungkapkan, insiden itu diduga bermula ketika dump truck melintas di kawasan tersebut.
Bagian muatan kendaraan diduga mengenai kabel yang posisinya sudah rendah, kemudian menariknya hingga menyebabkan penyangga kabel membengkok.
“Kalau kabelnya memang rendah di sini. Jadi mungkin waktu dump truck lewat, bagian muatannya mengenai dan tersangkut ke kabel sampai ketarik,” ujar Mukhlis, Jumat, (23/10/2026)
Berdasarkan pantauan media ini dilapangan, terlihat sejumlah kabel masih menggantung rendah di atas badan jalan. Besi penyangganya pun tampak membengkok akibat tarikan saat insiden terjadi. Untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar, warga terpaksa memasang balok kayu sebagai penahan sementara agar kabel tidak semakin mengganggu lalu lintas.
Mukhlis menilai, persoalan kabel semrawut bukan hanya terjadi di satu titik. Menurutnya, kondisi kabel yang tidak tertata dan terkesan kurang terawat masih mudah dijumpai di sejumlah kawasan perkotaan.
“Kalau saya lihat, di mana-mana kabel ini kan banyak berserakan. Dari pihak pemilik kabel sendiri sepertinya belum ada perhatian khusus berkaitan dengan pembenahan kabel-kabel itu,” tambahnya.
Ia berharap, perusahaan pemilik kabel tidak menunggu sampai terjadi insiden atau muncul korban sebelum melakukan pembenahan. Menurutnya, kabel yang menjuntai rendah bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan pengendara yang melintas, khususnya kendaraan berukuran besar.
Warga pun mendesak perusahaan terkait, baik badan usaha milik negara (BUMN) maupun penyedia layanan swasta, segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi kabel, memperbaiki bagian yang rusak, serta melakukan penataan secara menyeluruh.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah tegas melalui pengawasan terhadap infrastruktur kabel di kawasan perkotaan. Perusahaan pengelola perlu diminta memastikan kabel yang terpasang berada dalam kondisi aman, tertata, dan terawat sehingga tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat.
“Harapan saya paling tidak ada perbaikan dan pembenahan. Selain merusak pemandangan daerah perkotaan, yang paling penting adalah keselamatan masyarakat pengguna jalan,” pungkasnya.***(IBM04)



