IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memberikan subsidi sekitar 20 persen pada harga bahan pokok dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Lapangan Ahmad Yani, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Rabu pagi (21/10/26).
Dikegiatan itu, Perum Bulog Cabang Tanjung Selor menyiapkan stok beras sekitar 2.000 ton untuk menjaga ketersediaan pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Usai Membuka secara resmi kegiatan Gerakan Pangan Murah Serentak, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, Gerakan Pangan Murah tetap dilaksanakan sesuai rencana meskipun terdapat agenda nasional yang melibatkan Kementerian Pertanian dan Presiden RI.
Kegiatan yang digelar melalui kerja sama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bulungan, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
“Yang jelas, kita pastikan harga yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah ini berada di bawah harga distributor karena ada subsidi kurang lebih 20 persen,” kata Syarwani.
Menurutnya, GPM diharapkan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjadi instrumen intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi potensi kelangkaan barang di pasaran.
Pelaksanaan kegiatan serupa tidak dilakukan setiap hari, melainkan menyesuaikan ketersediaan komoditas dan perkembangan harga di pasar. Pemkab Bulungan akan mengevaluasi kondisi tersebut untuk menentukan kemungkinan pelaksanaan GPM berikutnya, termasuk menjelang akhir tahun.
“Tujuannya untuk menjamin ketersediaan sembilan bahan pokok, menjaga stabilitas harga, dan mencegah terjadinya kelangkaan di pasar melalui intervensi pemerintah,” ujarnya.
Selain intervensi melalui pasar murah, Pemkab Bulungan berupaya memperkuat ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi pertanian lokal. Langkah ini dinilai penting, terutama menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang terjadi sejak Agustus terhadap hasil panen petani.
Syarwani mengatakan, pemerintah daerah mendorong optimalisasi lahan pertanian, program cetak sawah, serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk penggunaan combine harvester untuk membantu proses panen.
Lahan pertanian produktif di Bulungan diperkirakan mencapai 500 hingga 700 hektare, termasuk kawasan persawahan di Desa Sajau Hilir dan Tanjung Buka.
Di Desa Sajau Hilir, lahan yang telah berproduksi mencapai sekitar 300 hektare. Dalam kondisi normal, produktivitasnya diperkirakan berkisar 3–5 ton gabah per hektare.
“Kalau rata-rata tiga ton per hektare dikalikan 300 hektare, kita bisa melihat potensi produksi gabah yang dapat dihasilkan petani dari satu kawasan saja,” jelasnya.
Untuk mendukung pemasaran hasil panen, Syarwani menyebut Perum Bulog memiliki mandat menyerap gabah petani sesuai kebijakan yang berlaku. Harga penyerapan yang disebutkannya berada di kisaran Rp6.500 per kilogram.
Menurutnya, penyerapan gabah oleh Bulog penting untuk memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian daerah.
Pemkab Bulungan juga telah membangun rumah produksi di Desa Sajau Hilir pada 2025. Fasilitas tersebut dilengkapi mesin penggilingan padi (rice milling) dan pengering gabah (dryer) untuk mendukung pengolahan hasil panen menjadi beras.
Keberadaan fasilitas itu diharapkan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka peluang pemasaran beras lokal, termasuk untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri di Bulungan.
“Kita akan menjembatani akses agar pengelola kawasan industri dapat menyerap beras yang dihasilkan petani Kabupaten Bulungan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Tanjung Selor Oktavianur menyampaikan bahwa persediaan beras pemerintah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.
Ia menyebut sekitar 1.100 ton beras masih dalam perjalanan. Jika seluruh pasokan tersebut tiba, total stok beras diperkirakan mencapai sekitar 2.000 ton.
Persediaan tersebut merupakan cadangan beras pemerintah yang dapat digunakan untuk mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penanganan bencana, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat sesuai ketentuan.
Dengan persediaan tersebut, Bulog berupaya menjaga ketersediaan beras di tengah potensi gangguan produksi dan distribusi pangan. Namun, kecukupan stok hingga lima bulan tetap bergantung pada realisasi pasokan dan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Selain beras, Bulog juga menyiapkan pasokan minyak goreng. Setelah menerima satu kontainer dan menyalurkannya kepada pedagang, stok yang tersisa disebut berada di kisaran 500 dus.
Bulog berencana melanjutkan pengadaan dan pengiriman minyak goreng dari Tarakan untuk menjaga ketersediaan komoditas tersebut.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh minyak goreng di pasaran, pihak Bulog menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan melalui jalur distribusi yang telah ditentukan, termasuk pedagang yang terdaftar dalam SP2KP dan Rumah Pangan Kita (RPK).
Penyaluran minyak goreng saat ini disebut baru mencakup sekitar 35 persen dari alokasi yang tersedia. Karena itu, distribusi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar pasokan dapat menjangkau masyarakat sesuai peruntukannya.
Melalui subsidi harga dalam Gerakan Pangan Murah, penguatan cadangan beras pemerintah, serta peningkatan produksi pertanian lokal, Pemkab Bulungan berharap kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dan tekanan harga dapat dikendalikan.***(IBM02)



