IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Menyambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0903/Bulungan menggelar Bazar TNI berupa pasar murah di Makodim 0903/Bulungan, Selasa (22/9). Kegiatan ini menyasar warga kurang mampu yang terdampak tingginya harga kebutuhan pokok.
Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni turut meninjau pelaksanaan bazar, didampingi Dandim 0903/Bulungan Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja. Menurut Dhuwi, pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian TNI agar peringatan HUT tidak sekadar seremonial, tetapi memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita gelar Bazar TNI atau pasar murah dalam rangka HUT ke-81 TNI. TNI hadir memperingati HUT bukan hanya sekadar bermewah-mewahan, tapi ini wujud kepedulian kita terhadap masyarakat, khususnya kalangan bawah,” ujarnya selasa (22/09/26).
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasar. Dhuwi berharap kebijakan ini membantu warga mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan lebih terjangkau, terutama mereka yang paling rentan terhadap tekanan harga.

“Harapannya, masyarakat yang kurang mampu atau kurang tersentuh barang-barang mahal punya harapan bertahan hidup. Paling tidak bisa menikmati barang yang dijual dengan harga murah, tentu di bawah harga pasar,” ungkapnya.
Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Pemda Bulungan. Pasar murah dibuka untuk umum, namun warga kurang mampu menjadi prioritas. “Pasar murah ini kita buka untuk umum, tapi kita lebih prioritaskan bagi warga yang kurang mampu,” tegas Dhuwi.
Ia berharap pasar murah tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata dan mendorong pemerataan kesejahteraan di Kabupaten Bulungan.
“Harapan kita bisa menyejahterakan masyarakat, kemudian kesejahteraan itu juga bisa merata, khususnya di wilayah Kabupaten Bulungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Bulungan Octavianoor menyatakan dukungannya dengan menyediakan sejumlah komoditas. Antara lain 500 kilogram beras SPHP, 250 kilogram beras premium, 120 liter minyak goreng, 50 kilogram gula, serta telur.
“Kita bawa beberapa kebutuhan pokok untuk masyarakat, ada beras SPHP, beras premium, telur, gula dan minyak goreng. Jumlahnya kita sesuaikan dengan kebutuhan kegiatan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan beberapa pilihan bahan pokok di sini,” jelasnya.
Harga komoditas yang disediakan Bulog juga dipatok di bawah harga pasar. Langkah ini diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan biaya lebih ringan.
“Harga yang kita berikan memang di bawah harga pasar. Masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli sesuai kebutuhan, terutama bahan pokok yang memang digunakan sehari-hari,” pungkasnya.***(IBM02)



