IBMNews.co.id, Nunukan – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taka Kabupaten Nunukan memastikan ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan pelanggan masih dalam kondisi aman menghadapi musim kemarau.
Kondisi tersebut terlihat dari debit air di Embung Bolong dan Embung Bilal yang hingga saat ini masih mencukupi. Berdasarkan perhitungan sementara, cadangan air baku diperkirakan mampu bertahan sekitar 45 hari apabila tidak terjadi hujan.
Kabid Teknis PDAM Tirta Taka Kabupaten Nunukan, Rusdiansyah, mengatakan kondisi debit air di dua embung tersebut masih dalam batas aman sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan normal.
“Untuk kondisi air baku saat ini masih aman. Berdasarkan ketersediaan yang ada, kurang lebih bisa bertahan sekitar 45 hari jika tidak ada hujan,” ujar Rusdiansyah, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, hingga saat ini PDAM belum menerapkan pengaturan distribusi maupun pembagian zona pelayanan. Pasokan air kepada pelanggan masih berjalan seperti biasa.
Salah satu faktor yang mendukung ketahanan air baku adalah pengerukan Embung Bolong yang telah dilakukan pada 2025. Pengerukan tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas tampungan dan memperpanjang masa ketersediaan air selama musim kemarau.
“Untuk distribusi saat ini masih normal, belum ada pembagian zona. Pengerukan Embung Bolong yang dilakukan tahun lalu juga diharapkan bisa membantu meningkatkan kapasitas tampungan air baku,” jelasnya.
Meski demikian, PDAM Tirta Taka belum memiliki sumber air baku alternatif yang dapat langsung digunakan apabila debit Embung Bolong dan Embung Bilal mengalami penurunan signifikan.
Karena itu, PDAM terus melakukan pemantauan terhadap kondisi debit air dan menyiapkan langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan.
“Untuk sumber air baku alternatif saat ini belum ada. Jadi kami tetap memaksimalkan sumber yang tersedia dan terus memantau kondisi debit air,” katanya.
Rusdiansyah juga mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan PDAM, untuk menggunakan air secara bijak. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya potensi fenomena El Nino yang dapat memengaruhi kondisi musim kemarau.
“Kami mengimbau pelanggan agar menggunakan air seperlunya dan tidak melakukan pemborosan. Ini penting sebagai bentuk antisipasi apabila kondisi kemarau berlangsung lebih panjang,” tuturnya.
Apabila nantinya ketersediaan air baku menurun hingga berdampak terhadap pelayanan, PDAM akan melakukan langkah pengaturan distribusi ke wilayah yang terdampak. Mobilisasi armada juga akan disiapkan dengan melibatkan instansi terkait.
“Kalau nanti ketersediaan air menurun dan sudah mengganggu pelayanan, tentu akan kami lakukan pengaturan pasokan ke wilayah terdampak. Kami juga akan menyiapkan armada mobilisasi dengan melibatkan instansi terkait,” tambahnya.
Selain itu, pelanggan diminta segera melaporkan apabila menemukan kebocoran pada jaringan distribusi. Laporan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah terjadinya pemborosan air.
PDAM Tirta Taka dalam waktu dekat juga akan menyampaikan langkah kesiapsiagaan lebih lanjut sebagai bentuk antisipasi menghadapi kemungkinan kemarau berkepanjangan.
Dengan kondisi saat ini, pelayanan air bersih masih berjalan normal. Namun, keterbatasan sumber air baku alternatif menjadi perhatian apabila periode tanpa hujan berlangsung melebihi estimasi ketahanan cadangan air yang tersedia.
Karena itu, efisiensi penggunaan air oleh pelanggan, pemantauan debit secara berkala serta kesiapan armada distribusi menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan PDAM Tirta Taka selama musim kemarau.***(IBM05)



