IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Program pemberian bantuan ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB) beserta pakan yang digagas Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bulungan bersama Dinas Pertanian mendapat apresiasi dari pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Program tersebut dinilai tidak sekadar memberikan bantuan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi keluarga penerima untuk mengembangkan sumber pangan sekaligus potensi ekonomi berbasis rumah tangga.
Camat Tanjung Selor, Eros Sunarmin, mengapresiasi langkah TP PKK Kabupaten Bulungan yang menggandeng Dinas Pertanian dalam menghadirkan bantuan secara langsung kepada masyarakat.

Menurut Eros, pendekatan yang dilakukan melalui pemberian ayam KUB memiliki nilai pemberdayaan. Masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mendapatkan sarana yang berpotensi dikembangkan secara mandiri.
“Kami tentu sangat mengapresiasi program dari TP PKK Kabupaten Bulungan bersama Dinas Pertanian ini. Bantuan ayam KUB ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya keluarga yang menjadi sasaran,” kata Eros, Selasa (22/09/26)
Ia menilai, bantuan tersebut akan memberikan manfaat lebih besar apabila penerima mampu memelihara ayam secara berkelanjutan. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan dapat berkembang menjadi sumber pangan keluarga.
Eros berharap masyarakat penerima bantuan memiliki komitmen untuk merawat ayam KUB yang diberikan sehingga populasinya dapat berkembang.
“Harapan kami, bantuan ini bisa dipelihara dengan baik oleh masyarakat. Jangan sampai hanya berhenti pada penyaluran, tetapi benar-benar dikembangkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan dari jumlah ayam yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan itu mampu memberikan perubahan bagi keluarga penerima.
Apabila ayam dapat berkembang biak dan menghasilkan telur, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga. Sementara apabila produksinya berkembang lebih jauh, dapat pula menjadi peluang tambahan pendapatan.
Eros berharap program pemberdayaan berbasis pangan seperti ini dapat dilanjutkan dengan cakupan penerima yang lebih luas.
“Kalau program seperti ini bisa berkelanjutan dan ditingkatkan, tentu akan sangat membantu masyarakat. Selain untuk pemenuhan gizi, juga bisa menjadi salah satu upaya meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Lurah Tanjung Selor Timur, Juani Julan, SE. Ia menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Bulungan dan Dinas Pertanian yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayahnya.

Juani menilai bantuan ayam KUB dapat menjadi salah satu peluang bagi masyarakat untuk mulai mengembangkan peternakan dalam skala rumah tangga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Bulungan dan Dinas Pertanian yang sudah memberikan bantuan kepada warga kami. Ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang memang membutuhkan,” kata Juani.
Ia berharap warga yang menerima bantuan tidak hanya memanfaatkan ayam untuk kebutuhan dalam waktu singkat. Lebih dari itu, ayam KUB diharapkan dipelihara secara serius agar dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi.
“Kami berharap bantuan ini bisa benar-benar dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik. Kalau berkembang, mudah-mudahan bisa menjadi tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus meningkatkan perekonomian warga,” ujarnya.
Menurut Juani, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Bantuan yang diterima perlu dirawat sehingga dapat menghasilkan manfaat yang lebih panjang bagi keluarga.
Ia juga berharap program serupa dapat kembali dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Selor Timur, baik melalui penambahan penerima maupun pengembangan bentuk bantuan pemberdayaan lainnya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Kalau bisa terus berlanjut dan ditingkatkan, tentu akan sangat membantu warga Selor Timur,” katanya.
Menurut Juani, Program ayam KUB tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses penyaluran bantuan. Ayam dan pakan yang diberikan dapat menjadi titik awal bagi keluarga penerima untuk membangun pola pemenuhan pangan secara mandiri.
“Ayam KUB dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani bagi keluarga. Apabila berkembang dan menghasilkan telur maupun keturunan, hasilnya juga berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga atau dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan”, ungkapnya
Juani menambahkan, Pola pemberdayaan seperti ini juga dapat memberikan manfaat berlapis. Di satu sisi, keluarga memperoleh sumber pangan yang dapat dikembangkan di lingkungan rumah. Di sisi lain, terdapat peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga.
“Kolaborasi TP PKK Kabupaten Bulungan dengan Dinas Pertanian menunjukkan bahwa upaya penanganan stunting dapat diperkuat melalui pendekatan lintas sektor”, katanya.
Penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga erat dengan ketersediaan pangan bergizi, pola konsumsi keluarga, ketahanan pangan rumah tangga serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Karena itu, pemberian ayam KUB menjadi salah satu bentuk intervensi yang menghubungkan aspek pangan, peternakan, gizi dan pemberdayaan keluarga.
Dengan pola tersebut, keluarga penerima diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mengembangkan bantuan yang diterima menjadi sumber pangan dan modal produktif.
Ke depan, keberlanjutan program menjadi salah satu hal penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pendampingan, pemeliharaan, ketersediaan pakan serta kemampuan masyarakat dalam mengembangkan ayam KUB menjadi faktor yang dapat menentukan keberhasilan program.
Jika dikelola secara konsisten, bantuan tersebut berpotensi berkembang dari skala pemenuhan kebutuhan keluarga menjadi kegiatan produktif yang dapat memberikan tambahan pendapatan.
Program ayam KUB ini pun diharapkan dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak keluarga sasaran, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan saat ini.
“Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi, program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung percepatan penanganan stunting di Kabupaten Bulungan”, tutupnya***(IBM02)



