IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus mengawal pengembangan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Kayanku yang diproduksi Perumda Air Minum Danum Benuanta. Setelah sekitar dua pekan dipasarkan, produk air minum lokal tersebut mulai mendapat respons positif dari masyarakat.
Hal itu terlihat saat Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, Risdianto, selaku pengawas Perumda Air Minum Danum Benuanta meninjau langsung proses produksi AMDK Kayanku. Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat kesiapan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan dan diskusi bersama manajemen serta distributor, minat masyarakat terhadap AMDK Kayanku cukup tinggi sejak mulai dipasarkan.
“Respons masyarakat terhadap AMDK Kayanku cukup baik. Karena itu kami mendorong peningkatan kapasitas produksi agar kebutuhan pasar dapat terpenuhi,” ujar Risdianto.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang perlu segera dilakukan yakni memastikan ketersediaan bahan baku serta menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan konsumen.
Saat ini, produksi AMDK Kayanku mencapai sekitar 1.200 botol per jam dengan waktu operasional sekitar lima jam setiap hari. Sementara kapasitas mesin dinilai masih dapat ditingkatkan hingga sekitar 2.400 botol per jam apabila didukung penambahan tenaga kerja dan pengaturan jam operasional.
“Ke depan akan ada penambahan tenaga kerja agar kapasitas produksi bisa meningkat. Penambahan shift juga akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pasar,” kata Risdianto.
Selain meningkatkan produksi, Pemkab Bulungan juga menaruh perhatian pada aspek keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, keberadaan sungai tersebut memiliki peran penting, tidak hanya sebagai sumber air minum, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
“Kami juga meminta Perumda menjaga kelestarian Sungai Kayanku sebagai sumber air baku sekaligus memperkuat pengelolaan sampah kemasan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengelolaan limbah kemasan diharapkan dapat dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga keberadaan industri tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Pemkab Bulungan optimistis, dengan peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk yang terjaga, serta pengelolaan yang profesional, AMDK Kayanku dapat terus berkembang sebagai produk unggulan daerah sekaligus memberikan kontribusi bagi perekonomian Kabupaten Bulungan.***(IBM03)



