IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Achmad Djufrie, SE, M.Si, mendesak PT Telkom segera membenahi kabel telekomunikasi yang semrawut dan menjuntai rendah di badan jalan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama setelah munculnya insiden akibat kabel yang tidak tertata dengan baik di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Achmad Djufrie menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan dan pemeliharaan jaringan kabel diminta tidak mengabaikan keluhan masyarakat.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Jangan hanya mengambil keuntungan dari layanan yang diberikan kepada pelanggan, tetapi kabel yang menjadi tanggung jawabnya justru tidak diperhatikan,” ujarnya, Selasa (27/10/2026)
Ia juga meminta PT Telkom segera mengambil langkah konkret untuk menertibkan kabel-kabel yang menjuntai dan semrawut. Menurutnya, laporan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata, bukan sekadar menjadi catatan tanpa penyelesaian.
“Saya meminta pihak terkait bertanggung jawab atas laporan masyarakat mengenai pemasangan kabel Telkom. Jangan hanya mengambil keuntungan dari pelanggan maupun masyarakat, tetapi kabel yang menjadi tanggung jawabnya tidak diperhatikan,” tegasnya.
Achmad menilai, insiden yang terjadi harus menjadi peringatan agar persoalan kabel berbahaya tidak dibiarkan berlarut-larut. Penanganan segera diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang dan menimbulkan korban berikutnya.
“Harapan kita jangan sampai ada lagi kejadian yang memakan korban. Ini harus diperhatikan oleh pihak yang bertanggung jawab karena sangat berbahaya, terlebih bagi warga yang melintas,” katanya.
Ia menambahkan, penataan kabel tidak boleh hanya difokuskan di Kabupaten Bulungan. Seluruh kabupaten dan kota di Kaltara perlu mendapat perhatian agar jaringan telekomunikasi tertata dengan baik dan tidak mengancam keselamatan masyarakat.
Achmad juga mengingatkan, pembiaran terhadap kabel yang menjuntai dapat meningkatkan keresahan warga. Karena itu, ia berharap pihak terkait bergerak cepat sebelum persoalan tersebut memicu tindakan masyarakat akibat tidak adanya penanganan.
“Jangan sampai masyarakat terus berteriak karena belum ada perbaikan, kemudian pihak terkait baru kewalahan sendiri,” pungkasnya.***(IBM04)



