IBMNews.co.id, Malinau – Perayaan budaya tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat. Hal ini terlihat dalam penyelenggaraan Irau ke-12 Kabupaten Malinau yang mencatat perputaran uang mencapai Rp9,94 miliar selama sepekan, pada 20–26 Oktober 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam penutupan Irau ke-12 sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., di Panggung Padan Liu’ Burung, Senin (26/10/2026) malam.
Ribuan masyarakat memadati lokasi acara yang dimeriahkan dengan bunyi letupan bambu dan pertunjukan tarian dari berbagai etnis. Keberagaman yang ditampilkan menjadi cerminan kekayaan budaya sekaligus kuatnya persatuan masyarakat Malinau.
Gubernur Zainal mengapresiasi penyelenggaraan Irau yang dinilai mampu memadukan pelestarian budaya, penguatan persaudaraan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Perputaran uang yang hampir mencapai Rp10 miliar ini merupakan capaian yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa kegiatan seperti Irau juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Zainal.
Menurutnya, kegiatan budaya berskala besar memiliki potensi memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Tingginya kunjungan masyarakat dapat mendorong aktivitas perdagangan dan membuka peluang pendapatan bagi pelaku usaha lokal.
Karena itu, ia berharap Irau tidak hanya menjadi agenda perayaan berkala, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas daerah, menjaga kearifan lokal, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Semoga bertambahnya usia Kabupaten Malinau semakin memperkuat tekad dan persatuan masyarakat untuk mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera, dengan tetap menjaga kearifan lokal,” katanya.
Besarnya aktivitas ekonomi selama Irau 2026 turut tercermin dari jumlah pengunjung yang mencapai puluhan ribu orang.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Politeknik Malinau, jumlah pengunjung hingga 25 Oktober 2026 mencapai 34.636 orang.
Dari jumlah tersebut, estimasi pengeluaran pengunjung tercatat sekitar Rp2,95 miliar. Sementara itu, total perputaran uang selama penyelenggaraan Irau mencapai Rp9.941.204.634 atau hampir Rp10 miliar.
Data tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas ekonomi yang menyertai perayaan budaya. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar membuka peluang bagi pelaku usaha, termasuk pedagang dan UMKM, untuk meningkatkan penjualan selama kegiatan berlangsung.
Meski demikian, capaian ekonomi tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari dampak kegiatan secara keseluruhan. Irau juga memiliki nilai sosial dan budaya yang penting bagi masyarakat Malinau, terutama dalam menjaga tradisi dan mempererat hubungan antarkelompok masyarakat.
Bupati Wempi menegaskan, Irau memiliki makna lebih dari sekadar pesta rakyat. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai suku, agama, adat istiadat, dan latar belakang budaya untuk memperkuat persaudaraan.
“Irau bukan sekadar perayaan. Ini menjadi tempat kita bertemu, mempererat persaudaraan, dan memperkuat rasa memiliki terhadap daerah. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujar Wempi.
Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Zainal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kaltara untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malinau dalam mendorong pembangunan yang tetap berpijak pada identitas budaya dan kearifan lokal.
Penutupan Irau ke-12 berlangsung meriah dengan penampilan vokalis Silet Open Up, Siprianus Bhuka, dan Jacson Zeran. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., serta para bupati dan wali kota se-Kaltara.
Berakhirnya Irau 2026 menandai selesainya sepekan perayaan budaya yang tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi Malinau, tetapi juga menunjukkan potensi kegiatan budaya dalam menggerakkan ekonomi daerah dan memperkuat persatuan masyarakat.***(IBM04)



