IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., turun langsung memimpin pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan Selimau, Kecamatan Tanjung Selor, Sabtu (5/9/26).
Mengenakan masker, sepatu keselamatan, dan perlengkapan lapangan, Zainal ikut memegang nozzle selang pemadam dan mengarahkan semprotan air ke sejumlah titik api serta lahan yang masih mengeluarkan asap pekat.
Penanganan dilakukan bersama personel gabungan dari Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdal Karhutla), Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.
Di tengah proses pemadaman, Zainal meminta seluruh petugas dan relawan mengutamakan keselamatan serta menjaga kondisi kesehatan. Pasalnya, asap tebal dan medan yang berat membutuhkan kewaspadaan tinggi.
“Saya minta semua petugas dan relawan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan. Jangan lupa, ada keluarga yang menunggu kita di rumah,” kata Zainal.
Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan respons cepat dari seluruh pihak. Zainal juga mengapresiasi personel gabungan, relawan, dan masyarakat yang terus bekerja di lapangan.
“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Terima kasih kepada semua petugas, relawan dan masyarakat yang terus bekerja memadamkan api,” ujarnya.
Berdasarkan data rekapitulasi, total luas wilayah terdampak karhutla di Kaltara mencapai 2.639,99 hektare. Luasan tersebut meliputi Area Penggunaan Lain (APL) 1.900 hektare, Hutan Produksi 737,49 hektare, dan Hutan Lindung 2,50 hektare.
Kabupaten Bulungan menjadi wilayah dengan luasan terdampak terbesar, yakni 2.597,38 hektare. Selanjutnya Kota Tarakan 31,86 hektare, Kabupaten Tana Tidung 6,25 hektare, dan Kabupaten Malinau 4,50 hektare.
Dalam penanganan di lapangan, tim terlebih dahulu melakukan briefing untuk membagi tugas, memeriksa arah angin, mencari sumber air, serta menentukan titik kumpul aman atau assembly point.
Teknik pemadaman disesuaikan dengan karakteristik lahan. Pada lahan mineral, petugas melakukan penyiraman langsung dengan mempertimbangkan arah angin dan pergerakan api.
Sementara di lahan gambut, petugas menggunakan nozzle khusus yang ditancapkan ke dalam tanah agar air dapat meresap hingga lapisan bawah. Teknik ini diperlukan karena api di dalam gambut dapat tetap menyala meskipun permukaan terlihat telah padam.
Pembasahan dilakukan sedikitnya selama satu menit pada setiap titik hingga tidak ditemukan lagi asap. Setelah itu, petugas melakukan proses pendinginan atau cooling down untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Untuk memperkuat penanganan, ratusan personel Brigdal Karhutla disiagakan di sejumlah dinas dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di wilayah Kaltara.
Pemprov Kaltara kembali mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya karhutla sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan***(IBM02)



