IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Kabupaten Bulungan tidak hanya menjadi momentum memperkuat peran kader dalam pembinaan keluarga, tetapi juga memperluas sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Aula Pertemuan Gedung Sekretariat TP PKK Kabupaten Bulungan, Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, Rabu (12/08/26), tersebut dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, TP PKK Kabupaten Bulungan, dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bulungan terkait pencegahan pernikahan usia dini, serta dengan Kesbangpol Kabupaten Bulungan terkait Pencegahan Bahaya Narkoba, Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) dan Wawasan Kebangsaan, Pencegahan Bahaya Narkoba dan Radikalisme ( Ketahanan Keluarga), pemantapan pola asuh anak dan remaja di era digital (PAAREDI), serta sinergi antara umat kerukunan beragama dan toleransi dikabupaten Bulungan.


Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui program pemberdayaan keluarga dan pemanfaatan berbagai potensi sosial yang ada di Kabupaten Bulungan.
Peringatan HKG ke-54 dihadiri Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan Risdianto, S.Pi., M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Bulungan Sri Nurhandayani, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bulungan Lenny Marlina Risdianto, Organisasi wanita, jajaran TP PKK Propinsi dan Kabupaten Bulungan, Kemenag Kabupaten Bulungan, OPD terkait yang telah memilki sinergitas program bersama TP PKK Kabupaten Bulungan, termasuk Baznas Kabupaten Bulungan, serta mitra PKK lainnya seperti CSR, BPR, DANAMON, PT PKN, Perumda Air Minum Danum Benuanta, serta yang lainnya.
Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan HKG PKK sekaligus penandatanganan MoU tersebut. Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah.
“Pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kita membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk PKK, Baznas dan Kementerian Agama,” ujar Syarwani.
Ia menilai PKK memiliki posisi strategis karena memiliki jaringan hingga ke tingkat desa dan kelurahan serta bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memastikan berbagai program pemberdayaan benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan.
“Saya meminta kader PKK tidak hanya aktif menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui berbagai program pembinaan keluarga. Dari keluarga inilah pembangunan sumber daya manusia dimulai,” katanya.
Menurut Syarwani, pembangunan keluarga juga tidak cukup hanya melihat aspek ekonomi dan fisik. Kondisi kesehatan, pendidikan, mental, spiritual hingga kemampuan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan harus menjadi perhatian bersama.
“Ketahanan keluarga bukan hanya persoalan ekonomi. Ada kesehatan, pendidikan, mental dan spiritual. Karena itu, pembinaan keluarga harus kita lakukan secara menyeluruh dan melibatkan banyak pihak,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Syarwani menyebut penandatanganan MoU antara Pemkab Bulungan, TP PKK Kabupaten Bulungan, Kesbangpol Kabupaten Bulungan dan Kemenag kabupaten Bulungan diharapkan mampu memperkuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas dalam pelaksanaan program sosial, pemberdayaan keluarga serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan mengoptimalkan peran masing-masing lembaga.
“MoU ini harus kita maknai sebagai komitmen bersama untuk bekerja lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan sampai hanya menjadi dokumen, tetapi harus ada program yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap Syarwani.
Ia menegaskan, Pemkab Bulungan siap mendukung berbagai program TP PKK yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas keluarga. Sinergi juga akan terus dibangun bersama perangkat daerah, pemerintah desa, Kemenag, kesbangpol dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bulungan Sri Nurhandayani mengatakan, peringatan HKG ke-54 menjadi momentum bagi seluruh kader untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kontribusi dalam pembinaan keluarga.
“HKG ini bukan hanya kegiatan seremonial. Ini menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat kembali komitmen seluruh kader dalam menjalankan tugas pembinaan keluarga dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” kata Sri.
Ia mengatakan, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, program PKK akan terus diarahkan agar tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga menyentuh persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kader PKK harus semakin dekat dengan masyarakat. Kami ingin program-program yang dilaksanakan benar-benar hadir menjawab kebutuhan keluarga, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, ekonomi maupun pembinaan karakter,” ujarnya.
Sri juga menyambut baik penandatanganan MoU bersama Pemkab Bulungan, Kesbangpol Kabupaten Bulungan dan Kemenag Kabupaten Bulungan. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap sinergi antarorganisasi dan lembaga semakin kuat. PKK tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi agar program pembinaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan secara lebih luas,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program konkret yang menyentuh masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan dan pemberdayaan.
“Yang paling penting adalah tindak lanjutnya.
Setelah MoU ini, kita berharap ada program bersama yang terukur dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Sri.
Melalui peringatan HKG ke-54 dan penandatanganan MoU tersebut, sinergi antara pemerintah, PKK, dan Kemenag diharapkan semakin kuat. Kolaborasi lintas lembaga ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang lebih tangguh, mandiri dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Bulungan.***(IBM02)



