IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Bupati Bulungan, Syarwani, secara resmi membuka retreat kepala desa se-Kabupaten Bulungan. Kegiatan yang diikuti 74 kepala desa tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas aparatur desa sekaligus menyelaraskan arah pembangunan desa dengan program pemerintah daerah.
Dalam arahannya, Syarwani menekankan pentingnya setiap desa mampu mengembangkan potensi unggulan yang dimiliki. Melalui program One Village One Product (OVOP), pemerintah daerah ingin mendorong lahirnya produk-produk khas desa yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Di dalam visi Kabupaten Bulungan ada program One Village One Product. Tentu itu adanya di desa-desa. Dengan 74 kepala desa yang hadir, kita ingin lebih mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing desa,” ujar Syarwani saat membuka retreat kepala desa se-Kabupaten Bulungan, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pengembangannya juga harus disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing. Pemerintah daerah telah memetakan arah pengembangan tersebut agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Untuk wilayah Koridor Barat, pengembangan difokuskan pada sektor pangan dan perkebunan. Kawasan cepat tumbuh yang melibatkan sejumlah desa di Kecamatan Peso juga menjadi bagian dari strategi memperkuat sektor tersebut.
Sementara itu, Koridor Timur yang meliputi Kecamatan Bunyu, Tanjung Palas Timur, dan Tanjung Palas Tengah diarahkan menjadi kawasan pengembangan sektor perikanan. Potensi yang dimiliki wilayah tersebut diharapkan dapat menjadi produk unggulan desa.
Syarwani menyebut, sejumlah produk unggulan desa mulai menunjukkan perkembangan yang positif. Salah satunya adalah produk cokelat asal Bulungan yang kini telah melalui proses kurasi dan dipasarkan melalui Sarinah bersama puluhan produk unggulan lainnya.
“Produk cokelat sudah kita luncurkan dan dipasarkan. Total ada sekitar 70 produk yang telah dikurasi di Sarinah,” katanya.
Melalui retreat tersebut, pemerintah daerah berharap para kepala desa semakin siap mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing. Selain memperkuat tata kelola pemerintahan desa, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya produk-produk unggulan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.***(IBM03)



