IBMNews.co.id, Tanjung Selor — Kabel optik yang menjuntai rendah, semrawut, hingga terendam air di parit Jalan Mawar, Tanjung Selor, dikeluhkan warga. Kondisi yang disebut telah terjadi sejak awal 2026 itu belum sepenuhnya tertangani dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.
Salah seorang warga sekitar, yakni Datu Iqro mengatakan, kabel-kabel yang diduga milik Telkom semrawut tersebut hampir ditemukan di sepanjang Jalan Mawar. Selain mengganggu pemandangan, sejumlah kabel berukuran kecil yang menjuntai panjang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat.
“Ya, kabelnya ini sejak awal tahun 2026. Sampai sekarang tidak ada pembenahan. Kita takut saja, apalagi mengganggu. Hampir seluruh Jalan Mawar ini kabel-kabel Telkom bergelantungan, terutama yang kecil dan panjang, sangat membahayakan,” ujar Datu Iqro.
Kekhawatiran warga semakin besar setelah insiden akibat kabel menjuntai di Jalan Manggis menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap penataan jaringan telekomunikasi dilakukan secara menyeluruh setelah pekerjaan selesai, sehingga tidak menyisakan kabel yang berpotensi membahayakan.
“Harapan kita, kalau proyek itu selesai dikerjakan, semuanya harus beres. Pemandangannya bagus dan tidak membahayakan warga di lokasi pekerjaan,” tambahnya.
Datu Iqro mengaku warga belum menyampaikan laporan resmi karena belum mengetahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan kabel tersebut. Meski demikian, warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan kondisi jaringan di sepanjang Jalan Mawar aman.
Menanggapi keluhan itu, Rendi, perwakilan lapangan Operation Service Access (OSA) PT Telkom Tanjung Selor, mengatakan pihaknya terus melakukan pembenahan kabel secara bertahap di sejumlah titik di wilayah Tanjung Selor, terutama pada persimpangan jalan atau jalur penyeberangan kabel (crossing).
“Kami berbenah secara bertahap di sekitaran Tanjung Selor ini, terutama di jalan-jalan crossing. Kabel-kabel yang kurang rapi segera kami rapikan,” jelas Rendi.
Menurutnya, penanganan gangguan yang berdampak luas, seperti kabel putus atau gangguan jaringan massal, menjadi prioritas tim lapangan sebelum melakukan penataan rutin terhadap kabel yang menjuntai.
Ia mencontohkan, ketika kabel terdampak pohon tumbang, petugas segera menuju lokasi untuk menangani gangguan sekaligus merapikan kabel agar tidak membahayakan masyarakat.
Rendi juga menyebutkan, setelah pekerjaan penataan kabel selesai, pihaknya biasanya melaporkan hasilnya kepada pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

PT Telkom mengimbau masyarakat agar melaporkan temuan kabel optik yang menjuntai atau berpotensi membahayakan melalui GraPARI. Laporan tersebut diharapkan dapat membantu tim teknis melakukan pemeriksaan dan penanganan di lapangan.
Meski demikian, warga berharap penataan kabel di Jalan Mawar tidak hanya dilakukan setelah muncul laporan atau gangguan, tetapi juga melalui pemeriksaan berkala untuk mencegah risiko kecelakaan.***(IBM04)



