• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Digitalisasi Pelabuhan di Kaltara Digenjot, Pembayaran QRIS hingga E-Money Disiapkan

Kepala BI Perwakilan Kaltara Hasiando Ginsar Manik.

by Redaksi
17/04/2026
in Bulungan
A A

IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Upaya digitalisasi transaksi di sektor pelayanan publik terus didorong di Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk di kawasan pelabuhan. Sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS, e-money, hingga transfer bank mulai diterapkan sebagai alternatif, tanpa menghapus metode pembayaran tunai.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara Hasiando Ginsar Manik. Disebutkannya jika kegiatan inj dalam upaya memperluas penggunaan transaksi digital, khususnya pada layanan tiket dan retribusi di pelabuhan. Saat ini, penerapan digitalisasi masih difokuskan pada sistem tiketing, namun ke depan juga akan menyasar sektor perparkiran.

Baca Juga

Distribusi BBM Kembali Lancar, Pertamina Perketat Pengawasan SPBU

Kriminalisasi Petani Semenggaris: Ketika Hukum Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Korporasi!

Ayam KUB Jadi Upaya PKK Bulungan Perkuat Gizi dan Ekonomi Keluarga di Jelarai Selor

“Untuk tiketing dan retribusi sudah mulai menggunakan QRIS. Sementara untuk parkir, ini juga sedang kami amati dan siapkan agar bisa berbasis digital, baik QRIS, e-money, maupun metode lainnya,” ujar Hasiando

Ia menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya terbatas pada QRIS, melainkan mencakup berbagai metode pembayaran non-tunai. Tujuannya adalah memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi masyarakat dalam bertransaksi.

“Digitalisasi itu bukan berarti harus QRIS saja. Bisa QRIS, e-money, transfer, atau lainnya. Yang penting masyarakat punya pilihan, baik tunai maupun non-tunai,” jelasnya.

Selain memberikan kemudahan, sistem non-tunai juga dinilai lebih aman dibandingkan transaksi tunai dalam jumlah besar. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi kejahatan digital.

“Salah satu yang penting adalah memastikan tujuan pembayaran, misalnya saat menggunakan QRIS, pastikan rekening penerima benar. Edukasi dan sosialisasi terus kami lakukan agar masyarakat terhindar dari modus kejahatan digital,” tambahnya.

Rencana besar digitalisasi ini ditargetkan mencapai seluruh wilayah kabupaten/kota di Kaltara. Bahkan, pemerintah daerah berencana menggelar grand launching pada Juni mendatang sebagai bentuk komitmen bersama.

“Kami berharap nanti saat grand launching, Bank Indonesia juga bisa hadir bersama pemerintah daerah, perbankan, serta seluruh kepala daerah, termasuk gubernur dan bupati/wali kota,” ujarnya.

Perkembangan transaksi digital di Kaltara sendiri menunjukkan tren positif. Dalam satu tahun terakhir, peningkatan penggunaan QRIS tercatat signifikan, baik dari sisi nilai transaksi, volume, maupun jumlah pengguna.

“Pertumbuhannya sangat pesat, bahkan lebih dari 100 persen. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk beralih ke transaksi digital,” katanya.

Fenomena tersebut juga terlihat di berbagai sektor, termasuk pelaku UMKM di Tarakan hingga kawasan pinggiran Sungai Kayan yang mulai menyediakan pembayaran digital di kafe dan tempat usaha lainnya.

Ke depan, digitalisasi tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga fasilitas publik seperti pelabuhan dan pasar. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai serta meningkatkan keamanan dan efisiensi transaksi.

“Intinya bukan menghilangkan tunai, tapi memberikan alternatif. Masyarakat bebas memilih mana yang paling nyaman,” pungkasnya.***(IBM02)

Terkait

Next Post
Sekprov Dorong ASN Tingkatkan Pelayanan Publik

Sekprov Dorong ASN Tingkatkan Pelayanan Publik

Integrasikan Data Perangkat Daerah, Kaltara Percepat Transformasi Digital

Integrasikan Data Perangkat Daerah, Kaltara Percepat Transformasi Digital

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalur Tikus Perbatasan Dibobol, Pos Aji Kuning Gagalkan 1.500 Bungkus Rokok Ilegal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertumbuhan Ekonomi Bulungan Tembus 10,62 Persen, Tertinggi di Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKK Bulungan berkolaborasi dengan Pemkab Bulungan Bagikan Masker, Ajak Warga Waspadai Dampak Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Ayam KUB PKK Bulungan Dinilai Bisa Jadi Modal Pangan dan Ekonomi Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA