IBMNews.co.id, Bulungan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menyiapkan gerakan ketahanan pangan berbasis rumah tangga sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi daerah. Program yang direncanakan mulai direalisasikan secara bertahap pada 2027 itu akan melibatkan 2.167 kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di Kabupaten Bulungan.
Gerakan ini difokuskan pada budidaya ayam petelur dan penanaman cabai di pekarangan rumah. Selain mendorong kemandirian pangan keluarga, langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus membantu menjaga stabilitas harga komoditas pangan.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan ribuan kader PKK yang tersebar di berbagai wilayah merupakan potensi besar untuk menggerakkan kemandirian pangan masyarakat. Menurutnya, jika dikelola secara terencana dan dilakukan secara bersama-sama, kegiatan produktif di tingkat rumah tangga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketersediaan bahan pangan.
Salah satu upaya yang didorong ialah pemeliharaan ayam petelur di lingkungan rumah masing-masing kader. Syarwani memperkirakan, jika setiap kader memelihara minimal 10 ekor ayam petelur, potensi produksi telur dapat mencapai sekitar 21.670 butir dalam satu siklus produksi, dengan asumsi setiap ayam menghasilkan satu butir telur.
“Kalau 2.167 kader PKK ini di setiap rumah tangganya memiliki minimal 10 ekor ayam bertelur, kita bisa memproduksi telur kurang lebih 21.670 butir,” kata Syarwani Sabtu (10/10/26).
Ia menjelaskan, kebutuhan telur di Kabupaten Bulungan masih cukup besar dan belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh peternak lokal. Karena itu, pengembangan peternakan skala rumah tangga dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat pasokan sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi keluarga.
Di sisi lain, ketersediaan telur yang lebih mudah dijangkau juga diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, khususnya anak-anak. Upaya ini menjadi bagian dari dorongan peningkatan gizi keluarga dan pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan pangan bergizi.
Selain peternakan ayam petelur, Pemkab Bulungan juga mendorong pemanfaatan pekarangan untuk menanam cabai. Komoditas ini menjadi perhatian karena pergerakan harganya kerap memengaruhi inflasi, sehingga peningkatan produksi di tingkat rumah tangga diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan permintaan pasar.
Syarwani mencontohkan, apabila setiap kader PKK menanam cabai menggunakan lima polybag di pekarangan rumah, keluarga dapat memenuhi sebagian kebutuhan konsumsi dari hasil panen sendiri.
“Kalau 2.167 kader PKK di setiap rumah tangganya memiliki lima polybag berisi cabai, saya yakin pemenuhan kebutuhan cabai rumah tangga tidak harus selalu didatangkan dari luar,” ujarnya.
Menurut Syarwani, gerakan tersebut tidak sekadar mendorong masyarakat menanam cabai dan memelihara ayam, tetapi juga membangun kebiasaan produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Semakin banyak kebutuhan pangan yang dipenuhi secara mandiri, semakin terbuka peluang rumah tangga mengurangi pengeluaran sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Ia berharap program ketahanan pangan berbasis rumah tangga itu dapat mulai dilaksanakan secara bertahap pada 2027 dengan menyesuaikan kondisi dan potensi masing-masing wilayah.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Syarwani mendorong keterlibatan pemerintah desa, kelompok wanita tani, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kader PKK, hingga dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan. Dukungan sesuai kebutuhan, mulai dari sarana budidaya hingga pendampingan, diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghasilkan pangan secara mandiri.
“Kita ingin ada gerakan bersama. Tidak harus seragam antara satu desa dengan desa lainnya, tetapi setiap desa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga bisa saling mengisi dan memberikan manfaat,” pungkasnya.
Melalui gerakan ini, Pemkab Bulungan berharap kader PKK dapat mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam pemberdayaan keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Dengan memperkuat produksi pangan dari lingkungan rumah tangga, upaya pemenuhan gizi keluarga dan pengendalian inflasi daerah diharapkan dapat berjalan beriringan.***(IBM02)

