IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Upaya digitalisasi pengawasan pajak daerah di Kabupaten Bulungan melalui pemasangan tapping box belum berjalan maksimal. Hingga kini, jumlah perangkat yang terpasang masih terbatas dan belum mampu menjangkau seluruh wajib pajak.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bulungan, M. Zulkifli Salim, menjelaskan tapping box berfungsi merekam transaksi usaha secara real time sebagai bagian dari sistem pengawasan berbasis digital.
“Alat ini mencatat aktivitas transaksi, mulai dari jam operasional hingga jumlah transaksi. Data tersebut bisa dipantau harian maupun bulanan,” ujarnya, Senin (13/04/26).
Menurutnya, perangkat tersebut merupakan fasilitasi dari Bankaltimtara. Namun, ketersediaannya masih jauh dari kebutuhan di lapangan.
“Baru sekitar 30 unit yang tersedia, sementara jumlah pelaku usaha di Bulungan jauh lebih banyak,” katanya.
Selain keterbatasan perangkat, pengawasan juga dihadapkan pada kendala kepatuhan wajib pajak. Di lapangan, masih ditemukan pelaku usaha yang tidak mengoperasikan alat secara optimal.
“Ada yang mematikan alat atau tidak menggunakannya dengan berbagai alasan, sehingga data transaksi tidak terekam secara maksimal,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam meningkatkan transparansi dan akurasi pelaporan pajak daerah, terlebih pengawasan tidak dapat dilakukan setiap saat.
“Peran tapping box sebenarnya untuk membantu memastikan seluruh transaksi tercatat. Tapi jika tidak digunakan, tentu fungsinya tidak maksimal,” tegasnya.
Zulkifli menambahkan, data yang terekam dari tapping box menjadi salah satu dasar dalam perhitungan pajak, termasuk pada sektor restoran yang dikenakan tarif sebesar 10 persen dari total transaksi.
Ke depan, pemerintah daerah akan terus mendorong optimalisasi penggunaan tapping box, baik melalui penambahan perangkat maupun peningkatan pengawasan, agar potensi penerimaan pajak dapat tergali secara lebih akurat sesuai kondisi riil di lapangan.***(IBM02)



