IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Tantangan terbesar orang tua dan guru saat ini bukan hanya mengajarkan anak membaca, melainkan mengalihkan perhatian mereka dari gawai ke buku. Hal ini menjadi sorotan utama Bunda Literasi Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani, saat membuka Lomba Bertutur dan Mewarnai di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bulungan, Selasa (14/04/26).
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tapi bagian dari strategi darurat literasi di tengah dominasi gawai pada anak usia dini.
“Kita tidak bisa menutup mata. Banyak anak sekarang lebih tertarik bermain gawai daripada membaca. Lomba seperti ini adalah salah satu cara efektif merangsang minat anak agar kembali mencintai buku,” tegas Sri.
Ia menjelaskan, lomba bertutur melatih anak memahami cerita, berani berekspresi, dan membangun kepercayaan diri. Sementara lomba mewarnai mengasah kreativitas, kesabaran, serta motorik halus kemampuan dasar yang sering terabaikan saat anak terlalu lama berinteraksi dengan layar.
“Literasi tidak hanya membaca dan menulis, tapi juga berpikir kritis dan menyampaikan gagasan. Itu yang ingin kita bangun sejak dini,” ujarnya.
Ia pun mengajak orang tua dan guru menciptakan suasana membaca yang menyenangkan, bukan sebagai beban.
“Jadikan membaca kebutuhan, bukan kewajiban. Karena dari membaca, anak memperoleh pengetahuan, membentuk karakter, dan membuka wawasan.”
Di akhir sambutannya, Sri berpesan kepada peserta lomba agar fokus pada proses dan keberanian, bukan sekadar kemenangan. “Yang terpenting adalah pengalaman dan proses belajar yang kalian jalani hari ini.”
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin sebagai gerakan kolektif membangun budaya literasi sekaligus solusi nyata mengatasi ketergantungan gawai pada anak di Kabupaten Bulungan***(IBM02)



