• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Masyarakat Mulai Lelah, Satpol PP Tegaskan Selalu Melakukan Sosialisasi Persuasif

by Redaksi
28/08/2021
in Tarakan
A A

Satpol PP Tegaskan Selalu Melakukan Sosialisasi Persuasif

TARAKAN – Hingga saat ini pandemi covid-19 belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan dalam sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, pengawasan aktivitas masyarakat semakin terbatas. Sehingga oleh sebab itu, munculnya keluhan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan tidak jarang adanya kejadian perlawanan masyarakat saat ditertibkan Satpol PP di sejumlah daerah.

Baca Juga

Pemprov Kaltara Komitmen Pertahankan Akreditasi Paripurna RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan

Tiga Orang Diamankan, Polisi Sita 147,36 Gram Cairan Diduga Etomidate di Tarakan

Dua Perempuan Diamankan di SDF, 35 Bungkus Diduga Etomidate Disita

Menanggapi hal tersebut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Hanip Matiksan mengungkapkan Satpol PP Tarakan juga pernah mengalami konflik dengan masyarakat dalam penertiban PPKM. Kendati begitu, persoalan tersebut dipicu kesalahpahaman dan akhirnya dapat diselesaikan secara damai.

“Tentu ini jadi tantangan bagi kami, di tengah pandemi yang belum berakhir-berakhir, masyarakat juga mulai lelah dan kami tetap harus menjalankan tugas. Sehingga kami juga harus menjaga kata-kata saat berhadapan dengan masyarakat,”tukasnya, (28/8).

“Ada pernah satu kejadian di Jalan Kusuma Bangsa, anggota saya dan masyarakat terlibat keributan akibat hal tidak disengaja. Kalau saya dengan pas anggota saya memeriksa KTPnya, senter dari anggota saya tidak sengaja mengenai wajah orang itu, jadi orang itu tersulut emosi dan sempat tarik-tarikan. Tapi kejadian itu diselesaikan secara damai,”ujarnya.

Diterangkannya, pihaknya sangat memahami kejenuhan masyarakat dalam menjalani kehidupan di masa pandemi covid-19. Menurutnya hal tersebut cukup manusiawi mengingat hal itu terjadi dalam waktu cukup panjang. Sehingga untuk mengantisipasi adanya konflik saat menjalankan tugas, ia selalu mempringatkan anggotanya agar mengedepankan salam, sapah dan santun saat penertiban.

“Saya memang sudah berpesan kepada anggota saya agar mengutamakan S3 saat razia. Apa itu S3, salam, sapah dan santun. Saya minta tidak ada kekerasan saat razia, tapi tetap harus tegas ,”ungkapnya.

“Karena kita juga memahami kondisi masyarakat saat ini sudah sangat lelah menjalani pandemi yang belum juga berakhir. Oleh karena itu yang di daerah luar sudah kami jadikan pelajaran,”sambungnya.

Ia menjelaskan, pemerintah sangat memahami apa yang dirasakan masyarakat. Sehingga menurutnya, hal itu membuat adanya kebijakan tersendiri pada setiap daerah untuk menyesuaikan kondisi masyarakatnya.

“Pemerintah Kota juga sangat paham apa yang dirasakan masyarakat. Sehingga memang ada aturan daerah yang memiliki kebijakan tersendiri. Misalnya nasional membatasi durasi waktu makan di tempat umum, di sini tidak, atau melarang berboncengan di motor, tapi di sini masih boleh. Karena setiap daerah pasti melihat kondisi masyarakatnya,”jelasnya.

“Kami juga kadang membawa masker, kalau ada masyarakat yang tidak pakai kami berikan. Tapi tidak setiap razia membawanya. Masyarakat juga harus memahami kewajiban pakai masker karena itu sudah menjadi kewajiban dalam beraktivitas,”pungkasnya.

Terkait

Next Post
Ini Dia Daerah Menjadi Titik Rawan Longsor

Ini Dia Daerah Menjadi Titik Rawan Longsor

Gubernur Meninjau Potensi Pelabuhan Sungai di Bulungan

Gubernur Meninjau Potensi Pelabuhan Sungai di Bulungan

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalur Tikus Perbatasan Dibobol, Pos Aji Kuning Gagalkan 1.500 Bungkus Rokok Ilegal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertumbuhan Ekonomi Bulungan Tembus 10,62 Persen, Tertinggi di Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKK Bulungan berkolaborasi dengan Pemkab Bulungan Bagikan Masker, Ajak Warga Waspadai Dampak Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Ayam KUB PKK Bulungan Dinilai Bisa Jadi Modal Pangan dan Ekonomi Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA