• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Marak Masuknya Produk Ilegal, BPOM Ajak Semua Pihak Bekerjasa

by Redaksi
09/08/2022
in Kaltara, Tarakan
A A

TARAKAN – Maraknya produk ilegal yang masuk melalui perbatasan, membuat Pemerintah cukup serius dalam melihat persoalan ini. Saat dikonfirmasi, ini pemerintah tengah melakukan pengkajian, kebijakan apa yang tepat diterapkan menyangkut pangan olahan yang sudah beredar di Kaltara salah satunya yang beredar di Tarakan. Kepala Balai POM Tarakan Harianto Baan menerangkan, banyaknya pangan yang saat ini beredar berasal dari negara luar salah satunya dari Malaysia, dari sisi pengawasan sebenarnya tidak bisa ditumpu di pihaknya saja.

Dijelaskannya, persoalan pengawasan pangan illegal yang beredar harus diawasi bersama-sama, mulai dari pintu masuk yakni Bea dan Cukai dan Pelabuhan, sampai pada sarana distribusi di Balai Karantina Pertanian dan Perikanan.

Baca Juga

Pemprov Kaltara Komitmen Pertahankan Akreditasi Paripurna RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan

Tiga Orang Diamankan, Polisi Sita 147,36 Gram Cairan Diduga Etomidate di Tarakan

Dua Perempuan Diamankan di SDF, 35 Bungkus Diduga Etomidate Disita

“Kami melakukan kajian, bagaimana suplai makanan ke perbatasan, apakah suplai produk negara siap atau tidak. Karena yang kami ketahui, masih ada beberapa daerah di perbatasan belum maksimal suplai produk dalam negeri,”tuturnya.

Lanjutnya, seharusnya pengawasan tidak menunggu harus adanya korban, namun untuk memperkuat bukti karena lanjutnya, selama ini masyarakat menganggap bahwa pangan illegal tidak bermasalah.

“Beda kalau ada kajian. Antisipasi kami tetap menyampaikan jangan dibeli,” pungkasnya.

Terkait

Next Post
Industri Pertambangan Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Kaltara

Industri Pertambangan Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Kaltara

Pastikan Seluruh Desa Teraliri Listrik

Pastikan Seluruh Desa Teraliri Listrik

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalur Tikus Perbatasan Dibobol, Pos Aji Kuning Gagalkan 1.500 Bungkus Rokok Ilegal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertumbuhan Ekonomi Bulungan Tembus 10,62 Persen, Tertinggi di Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKK Bulungan berkolaborasi dengan Pemkab Bulungan Bagikan Masker, Ajak Warga Waspadai Dampak Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Ayam KUB PKK Bulungan Dinilai Bisa Jadi Modal Pangan dan Ekonomi Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA