IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi anak bukan perkara mudah. Kebutuhan protein hewani yang harus dipenuhi secara rutin terkadang harus disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga.
Kondisi tersebut dirasakan sejumlah warga yang menerima bantuan ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB) di Kabupaten Bulungan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga menyediakan sumber protein hewani sekaligus menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga.
Salah satu penerima manfaat, Wahidah, warga RT 22 Kelurahan Tanjung Selor Timur, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan ternak ayam KUB dan pakan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian bidang Peternakan Kabupaten Bulungan yang bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Bulungan.
“Saya sangat berterima kasih kepada PKK dan Dinas Pertanian yang membantu kami memperoleh bantuan ayam dan pakan ini. Bantuan ini sangat berarti buat kami,” ujar Wahidah.
Menurutnya, bantuan tersebut dapat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya sumber protein yang dibutuhkan anak.
Ia berharap ayam yang dipelihara dapat berkembang dan menghasilkan telur sehingga sebagian hasilnya bisa dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga.
Hal senada disampaikan Kasman, warga RT 33 Desa Sepunggur. Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Bulungan, TP PKK dan Dinas Pertanian kepada masyarakat melalui program ini.
“Terima kasih sekali saya sampaikan kepada Pemda Bulungan, PKK Bulungan serta Dinas Pertanian yang membantu kesejahteraan kami melalui bantuan ini. Semoga perhatian dari PKK dan Pemda Bulungan tidak berhenti sampai di sini saja,” kata Kasman.
Kasman berharap bantuan tersebut dapat dipelihara dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang, baik untuk kebutuhan pangan keluarga maupun sebagai tambahan penghasilan.
Program bantuan ayam KUB tersebut digagas TP PKK Kabupaten Bulungan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan sebagai salah satu upaya mendukung penanganan stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Sebanyak 330 ekor ayam KUB beserta pakan disalurkan kepada 66 keluarga penerima manfaat di wilayah Kecamatan Tanjung Selor.
Dari jumlah tersebut, 23 keluarga merupakan keluarga yang memiliki anak yang mengalami stunting, sedangkan 43 keluarga lainnya berasal dari kelompok keluarga prasejahtera.
Masing-masing keluarga penerima mendapatkan lima ekor ayam petelur beserta pakan. Dengan komposisi tersebut, 66 keluarga menerima total 330 ekor ayam.
Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur, Selasa pagi (22/9/2026). Kegiatan dihadiri Camat Tanjung Selor Eros Sunarmin, Lurah Tanjung Selor Timur Juani Julan, SE, jajaran TP PKK Kabupaten Bulungan serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.
Ketua TP PKK Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani, S.Pd., mengatakan pemberian ayam KUB tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dalam jangka pendek.
Ayam yang diberikan merupakan ayam petelur yang diharapkan dapat dipelihara secara berkelanjutan sehingga keluarga penerima nantinya memiliki sumber protein hewani dari hasil ternak sendiri.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita dalam penanganan stunting. Kita memberikan ayam KUB kepada keluarga sasaran dengan harapan ayam ini bisa dipelihara dan dikembangkan,” kata Sri.
Ia mengatakan, telur yang dihasilkan ayam tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, terutama anak-anak yang membutuhkan asupan gizi dalam masa pertumbuhan.
“Harapannya, dengan pemeliharaan ayam petelur ini, kebutuhan gizi keluarga bisa meningkat. Jadi bukan hanya bantuan sesaat, tetapi bagaimana bantuan ini bisa terus memberikan manfaat bagi keluarga penerima,” ujarnya.
Sri menilai program tersebut juga memiliki sisi pemberdayaan ekonomi. Jika ayam dapat dipelihara dengan baik dan produksi telur berkembang, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga maupun dijual.
“Kalau ayamnya berkembang dan produksinya bagus, hasilnya juga bisa dijual. Jadi ada dua manfaat, pertama untuk meningkatkan gizi keluarga dan kedua bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan seperti ini penting karena persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan. Kemampuan keluarga dalam memperoleh dan menyediakan pangan bergizi juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Melalui bantuan lima ekor ayam petelur dan pakan untuk setiap keluarga, penerima diharapkan dapat memiliki sumber pangan yang bisa terus dikembangkan.
Dengan demikian, keluarga yang memiliki anak stunting diharapkan terbantu dalam memenuhi kebutuhan protein hewani anak, sementara keluarga prasejahtera dapat memanfaatkan ternak tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekonomi rumah tangga.
Sri berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti pada pemberian bantuan awal.
“Kita berharap upaya-upaya seperti ini bisa terus dilakukan dan dikembangkan. Mudah-mudahan ke depan Bulungan semakin baik dalam penanganan stunting dan kita bisa ikut mewujudkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Program ayam KUB tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk intervensi berbasis pemberdayaan masyarakat. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk dikonsumsi, tetapi juga dipelihara agar dapat menghasilkan telur dan berkembang menjadi sumber manfaat bagi keluarga penerima.
Kolaborasi TP PKK dan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan ini sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan stunting dapat diperkuat melalui sektor pangan, peternakan dan pemberdayaan ekonomi keluarga, sehingga keluarga penerima tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi memiliki kesempatan untuk mengembangkan bantuan tersebut secara mandiri.***(IBM02)



