• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Video Panas Berdurasi Tiga Detik Gegerkan Warga Nunukan, Pelaku Langsung Diamankan

by Redaksi
09/04/2022
in C, Hukum & Kriminal
A A

NUNUKAN – Satreskrim Polres Nunukan berhasil membongkar sebuah video porno berdurasi 3 detik yang sempat beredar di Nunukan sejak awal Maret 2022.

Dalam video itu ada lima orang yang terlibat. Tiga laki-laki dan dua perempuan. Semuanya tidak lanjut sekolah dan masih berumur 14 tahun hingga 16 tahun. Ketiga laki-laki itu sebut saja, ZR, MH, RJ dan dua perempuan DA (korban) serta MA.

Baca Juga

Tiga Orang Diamankan, Polisi Sita 147,36 Gram Cairan Diduga Etomidate di Tarakan

Dugaan Pencurian Sawit Terbongkar, Resmob Polda Kaltara Amankan Tersangka

Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bulungan Didominasi Orang Terdekat

“Namun, dalam kasus ini, ZR kita tetapkan tersangka utama. Karena, dia merekam dan menyebarkan video tersebut,” jelas Kasat Reskrim Polres Nunukan, AKP Marhadiansyah Taufik Setiaji kepada Koran Kaltara, Kamis (9/4/2022).

ZR sendiri, kata dia, diamankan saat berada di salah satu Pondok Pesantren di Pulau Jawa. Anggota Reskrim menjemput ZR sekitar tanggal 28 Maret 2022 lalu. Namun, persetubuhan itu diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret lalu.
Awal kronologi, ZR malam itu mengajak DA ke sebuah rumah yang telah lama kosong di daerah Pangkalan.

“Nah, pertemuan ini ZR merayu DA untuk perbuatan layaknya suami istri. Walaupun awalnya menolak, DA pun pasrah melakukan itu bersama ZR,” jelas Taufik.

Setelah selesai dengan DA, ZR pun menawarkan DA kepada rekanya, FH. Begitu juga dengan DA ditawarkan ZR untuk ‘bermain’ dengan SH.
“Di situ diancam kalau tidak mau layani nggak akan diantar pulang. Jadi, FH dan DA melakukanlah,” ujarnya.

Saat DA dipaksa melayani SH, ternyata ZR membuat rekaman video yang kurang tiga detik.
Video inilah yang tersebar di masyarakat luas. Tak hanya melayani ZR dan SH, DA juga ternyata melayani RJ pada malam itu.

“Setelah video ini tersebar, ZR ini mengirimkan video tersebut itu kepada MH (seorang perempuan), lalu MH kirim lagi kepada adiknya korban lalu adiknya kirim lagi ke kakaknya korban yang lebih tua hingga sampai ke orangtua korban,” bebernya.

Menurut Taufik, kasus ini memiliki banyak rangkaian peristiwa, mulai dari persetubuhan, pornografi hingga pengancaman.

“Karena ZR ini sempat mengancam DA akan menyebarkan video porno saat main dengan FH, jika tidak diberikan uang Rp200 ribu. Tapi, ternyata dikasih duit, namun video itu tetap tersebar,” ujarnya.

Lanjutnya,“Warga menanyai ngapain di situ, mereka langsung kabur. Nah, beberapa hari setelah itu, ZR pergi ke Ponpes di Jawa. Sampai di Ponpes, kita terima laporanya. Itu yang laporkan keluarga DA,” tambah dia.

Selama pemeriksan, kata dia, ZR dan rekannya berlaku kooperatif dan mengakui semua perbuatannya.

“Tapi yang sangat kami sesalkan, ini pergaulan anak-anak yang masih di bawah umur. Kami agak miris melihatnya, ada pesetubuhan, pengancaman, padahal mereka masih dalam usia belajar,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, kasusnya sudah masuk tahap satu di kejaksaan. Kini tinggal melengkapi beberapa berkas akan segera dilanjutkan tahap kedua. Untuk pasal yang sangkakan, yakni pasal 29 ayat 4 tetang pornografi dan pasal 27 ayat 1 UU ITE.

“Karena, mekanisme penanganan anak di bawah umur ini secara khusus ya. Jadi, kami menggandeng unit PPA, maupun pemerintah bagian anak dan perempuan,” tutupnya.

Terkait

Next Post
Ramadan Berbagi, Rachmawati Zainal ajak Finalis Putri Indonesia Panas-Panasan

Ramadan Berbagi, Rachmawati Zainal ajak Finalis Putri Indonesia Panas-Panasan

Promosikan Produk Lokal Pada Tenaga Ahli KSP

Promosikan Produk Lokal Pada Tenaga Ahli KSP

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Stok Air Baku PDAM Tirta Taka Aman 45 Hari, Pelanggan Diminta Hemat Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalur Tikus Perbatasan Dibobol, Pos Aji Kuning Gagalkan 1.500 Bungkus Rokok Ilegal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertumbuhan Ekonomi Bulungan Tembus 10,62 Persen, Tertinggi di Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota BBM Subsidi Nunukan Belum Seimbang dengan Kebutuhan, Pemkab Siapkan Data 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA