IBMNews.co.id, Malinau – Mantan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Yansen TP, menyoroti tudingan terhadap masyarakat Dayak dalam persoalan kebakaran hutan di Kalimantan. Ia menilai, sejarah panjang kehidupan masyarakat Dayak yang berdampingan dengan hutan perlu menjadi pertimbangan sebelum menyalahkan masyarakat adat.
Dalam tulisannya di Facebook, Yansen mengingatkan bahwa masyarakat Dayak telah mewarisi tradisi berladang dan kearifan lokal secara turun-temurun. Menurutnya, kerusakan hutan Kalimantan perlu dilihat dari perubahan yang terjadi seiring masuknya industri kehutanan dan perkebunan skala besar.
Ia juga mengkritik kepentingan ekonomi dan politik yang dinilainya berkontribusi terhadap kerusakan hutan serta mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Dayak.
Yansen mengajak masyarakat Dayak untuk terus menjaga identitas budaya, merawat tanah adat, menanam kembali hutan, serta memulihkan habitat dan keanekaragaman hayati Kalimantan demi generasi mendatang.
Baginya, pelestarian hutan tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga budaya dan kearifan lokal masyarakat adat yang telah hidup berdampingan dengan alam selama bergenerasi.***(IBM04)



