IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memilah fakta dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab menjadi keterampilan penting bagi generasi muda. Menjawab kebutuhan tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bulungan menggelar program Wartawan Masuk Sekolah di SMK Negeri 3 Tanjung Selor, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana bagi para siswa untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus mengasah kemampuan menulis, menggali informasi, melakukan wawancara, mengambil foto, hingga memproduksi konten kreatif untuk media sosial.
Ketua PWI Bulungan, Fathu Rizqil Mufid, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kontribusi wartawan dalam meningkatkan literasi media di kalangan pelajar. Menurutnya, peran wartawan tidak hanya menyampaikan informasi melalui pemberitaan, tetapi juga berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda.
Ia menilai, perkembangan teknologi digital telah membuat media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi bagian dari keseharian pelajar. Karena itu, pemanfaatan platform digital perlu diimbangi dengan pemahaman tentang penyebaran informasi yang benar, positif, dan bertanggung jawab.
“Kami berharap keberadaan teman-teman wartawan tidak hanya memberikan manfaat melalui tulisan, foto, dan video yang dipublikasikan. Lebih dari itu, kami ingin kehadiran jurnalis juga bisa meningkatkan literasi di kalangan pelajar,” ujarnya.
Fathu menjelaskan, pelatihan tersebut memberikan pengenalan dasar-dasar jurnalistik yang dapat diterapkan siswa dalam berbagai aktivitas, termasuk ketika membuat konten di media sosial.
Namun, ia mengingatkan bahwa kreativitas di ruang digital harus berjalan beriringan dengan etika. Kemampuan menggunakan teknologi tidak cukup jika tidak dibarengi kesadaran untuk memeriksa kebenaran informasi dan memahami konsekuensi dari setiap konten yang dipublikasikan.
“Jangan sampai karena terlalu cepat menggunakan jempol, kita justru menghadapi masalah. Konten yang dibuat harus memberikan manfaat dan tetap memperhatikan batasan yang ada,” pesannya.
Menurutnya, keterampilan jurnalistik juga dapat menjadi bekal berharga bagi siswa yang tertarik mengembangkan kemampuan di bidang kepenulisan dan produksi konten. Kompetensi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dunia kerja maupun berbagai kegiatan kreatif.
“Kemampuan itu dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, baik dalam dunia kerja maupun kegiatan kreatif lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMKN 3 Tanjung Selor, Tuti Wurniati, mengapresiasi pelaksanaan program Wartawan Masuk Sekolah. Ia menilai, pelatihan tersebut relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini, terutama dalam memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kompetensi menghadapi perkembangan informasi digital.
Menurut Tuti, literasi pada era digital tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Pelajar juga dituntut mampu menyaring informasi, berpikir analitis, serta menyampaikan fakta secara jujur dan beretika.
Sebagai lembaga pendidikan kejuruan, SMKN 3 Tanjung Selor tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan teknis sesuai bidang keahlian. Penguatan soft skills, termasuk kemampuan komunikasi dan literasi media, juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
“Pelatihan ini menjadi wadah yang sangat baik untuk menggembleng kreativitas anak-anak kita,” ungkapnya.
Pihak sekolah berharap materi yang diberikan dalam pelatihan dapat diterapkan secara langsung oleh siswa, baik dalam proses pembelajaran maupun saat menghasilkan karya dan konten kreatif.
Tuti juga berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan literasi, komunikasi, dan jurnalistik.
“Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut sehingga mampu melahirkan generasi muda Tanjung Selor yang terampil, kritis, dan cakap memanfaatkan informasi secara bertanggung jawab,” pungkasnya.***(IBM04)

