IBMNews.co.id, Tana Tidung – Dugaan penganiayaan terhadap seorang nasabah oleh oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Tana Tidung (KTT) berbuntut laporan polisi. Korban berinisial DR mengaku mengalami pemukulan saat didatangi petugas bank yang hendak melakukan penagihan setoran pinjaman.
Akibat kejadian tersebut, DR mengaku mengalami luka lebam di bagian pelipis mata dan memutuskan melaporkan peristiwa itu ke Polres Tana Tidung. Laporan tersebut telah diterima dengan nomor STTLPM/36/VII/2026/SPKT pada 28 Juli 2026.
Kepada wartawan, DR menuturkan rangkaian peristiwa bermula pada 24 Juli 2026 ketika dirinya masih berada di bandara dan hendak kembali ke Tana Tidung. Saat proses boarding, ia menerima panggilan telepon dari seseorang yang belakangan diketahui merupakan pegawai baru BRI. Karena sedang bertransaksi, panggilan tersebut tidak diangkat dan komunikasi berlanjut melalui aplikasi WhatsApp.
Dalam percakapan itu, DR mengaku sempat menanyakan apakah yang menghubunginya merupakan pegawai baru. Menurutnya, selama lebih dari dua tahun menjadi debitur BRI, keterlambatan pembayaran yang sesekali terjadi tidak pernah menimbulkan persoalan.
“Saya bilang, ‘kamu pegawai baru ya?’ Dia jawab, ‘iya, saya baru, kenapa memang?’ Saya bilang pantas saja tidak mengerti. Selama ini pinjaman saya sudah berjalan lebih dari dua tahun dan aman. Kalau akhir bulan usaha sedang sepi, biasanya awal bulan baru saya melakukan setoran,” ujar DR.
Menurut DR, sehari sebelum insiden, pegawai tersebut kembali menghubunginya melalui WhatsApp untuk menanyakan pembayaran angsuran. Pesan itu belum sempat ia balas.
Pada sore harinya, saat baru tiba di rumah sepulang berjualan, pegawai tersebut datang untuk melakukan penagihan.
“Saya baru sampai rumah dan belum sempat turun dari motor. Dia langsung datang menagih. Saya persilakan masuk ke rumah supaya bisa bicara baik-baik, tapi dia tidak mau,” tuturnya.
DR mengatakan pembicaraan kemudian berubah menjadi adu mulut. Menurut pengakuannya, pegawai tersebut mengajaknya keluar menuju jalan depan rumah hingga akhirnya terjadi dugaan tindak kekerasan.
“Dia mengajak saya ke jalan sambil terus beradu mulut. Tiba-tiba dia melepaskan bogem mentah yang mengenai pelipis mata saya,” katanya.
Merasa menjadi korban penganiayaan, DR kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak BRI belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Upaya konfirmasi telah dilakukan dengan mendatangi Kantor Cabang BRI Tanjung Selor pada Kamis (30/07/26). Namun, Kepala Cabang BRI belum bersedia memberikan keterangan secara langsung kepada wartawan.
Wartawan hanya ditemui oleh Sekretaris Cabang BRI, Rahel, sekitar pukul 09.45 Wita. Ia menyampaikan bahwa pihak bank akan memberikan penjelasan melalui pernyataan resmi.
“Nanti kami sampaikan rilis resmi kepada bapak-bapak sekalian,” ujar Rahel.
Hingga sekitar pukul 15.35 Wita, pernyataan resmi yang dijanjikan belum juga diterima. Saat kembali dikonfirmasi mengenai kepastian waktu penyampaian klarifikasi, Rahel hanya meminta awak media untuk menunggu.
“Berkenan ditunggu ya, Pak,” ucapnya singkat.
Selain itu, upaya menghubungi Kepala Unit BRI Kabupaten Tana Tidung, bernama Mila, juga belum membuahkan hasil. Pihak bank masih belum memberikan tanggapan substantif terkait laporan dugaan penganiayaan yang kini telah menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak BRI maupun kepolisian terkait perkembangan penanganan perkara tersebut. Berita ini akan diperbarui apabila terdapat keterangan resmi dari seluruh pihak yang berkepentingan.***(IBM02)



