• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Pentingnya Pendidikan Bagi Anak, Begini Tanggapan DP3AP2BK

by Redaksi
02/11/2021
in Tarakan
A A

TARAKAN — Seiring level risiko pandemi Covid-19 yang dinyatakan sudah kian menurun di sejumlah daerah, rencana kembalinya pendidikan dengan pola pembelajaran tatap muka (PTM) pun bertahap digelar.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2BK) Mariyam mengatakan, selama pembelajaran jarak jauh (PJJ ) telah banyak mengubah kehidupan dan sikap anak-anak.

Baca Juga

ALOK Apresiasi Polrestabes Makassar dan Gubernur Kaltara atas Penanganan Kasus Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual

Rock on the Street Vol. 4: Ribuan Langkah, Satu Frekuensi, Menyatu Seirama

RSUD dr. H. Jusuf SK Sukses Lakukan Operasi Jantung ke-15 di Kaltara

Banyak kalangan cemas efek jangka panjang bagi anak akibat terisolasi di rumah, kehilangan hak bermain dan bersosialisasi serta terlalu lama tidak melakukan kegiatan akademik dan ekstrakurikuler di sekolah.

“Resiko terbesar pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika masih terus diperpanjang, pertama memang secara psikologis mental anak bisa berkurang, minat belajar kurang, literasinya juga kurang. Kemudian semangat belajar untuk menghargai orang itu kurang, terlebih lagi sikap sosial anak juga ikut berkurang,” jelasnya (02/11).

Selain itu, ia mengatakan ada beberapa hak hidup anak yang perlu diperhatikan, contohnya seperti pendidikan hingga perlindungan.

“Namanya hak asasi manusia itu untuk hidup, itu merupakan hak yang sangat dasar untuk mendapatkan pendidikan, mendapatkan kesehatan, dan mendapatkan perlindungan, ini hak anak,” imbuhnya

“Tiga hak anak ini tidak boleh kita abaikan. Apalagi pendidikan, masa depannya masih panjang, serta rasa aman dan nyaman kita perlu perhatikan. Karena itu, mereka perlu dilindungi oleh kita termasuk juga perlindungan dari pemerintah,” terangnya

Mariyam yang juga sebagai ketua komite sekolah menjelaskan, bagaimana sebenarnya situasi saat ini terkait rencana perubahan kembali pola pembelajaran dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) ke pembelajaran tatap muka (PTM) itu segera dilaksanakan sesuai Prokes dan SOP yang telah ditentukan, termasuk kesehatan fisik anak.

“Ini merupakan suatu aturan kalau memang harus PTM ya itu suatu kewenangan pemerintah pusat untuk menerapkan ptm, jadi kita di daerah tinggal menyesuaikan, jika memang harus ptm ya kita laksanakan dengan prokes yang ketat, jauh sebelum ini sudah kita simulasikan, kita senang sekali jika PTM ini wajib dilaksanakan kembali karena manfaatnya sangat banyak” tuturnya

Kendati demikian, ia menyarakan ke pemerintah terkait agar negara bisa memenuhi hak-hak anak dimasa pandemi, seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan.

“Selama ini kita lihat pemerintah pusat lebih cenderung memberikan paket data berdasarkan dakodik anak, problemnya bagaimana kalau semua anak tidak mempunyai handphone yang dapat mengakses pelajaran, ini kan menjadi permasalahan”

“Dengan begitu seharusnya pemerintah terkait lebih banyak bersosialisasi dilingkungan masyarakat secara door to door agar lebih jauh mengetahui hal ini,” tutupnya. (*)

Terkait

Next Post
Sekda Lepas Kontingen Kaltara untuk Peparnas XVI di Papua

Sekda Lepas Kontingen Kaltara untuk Peparnas XVI di Papua

Pemprov Gelar Rakor dan Evaluasi SPBE untuk Tata Kelola Pemerintahan Berkualitas

Pemprov Gelar Rakor dan Evaluasi SPBE untuk Tata Kelola Pemerintahan Berkualitas

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • ALOK Kaltara Kecam Penolakan Dakwah UAS di Minahasa, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

    ALOK Kaltara Kecam Penolakan Dakwah UAS di Minahasa, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Cuma Penyakit Lansia: Mengapa Anak Muda Zaman Sekarang Rentan Terkena Serangan Jantung?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Hukum Yang Membahayakan Nyawa Tidak Bisa Diselesaikan Dengan Restorative Justice

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Ormas Kaltara Soroti Upaya Damai Kasus Dugaan Penculikan dan Penganiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ALOK Apresiasi Polrestabes Makassar dan Gubernur Kaltara atas Penanganan Kasus Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA