• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Pandemi Membuat Masyarakat Rawan Alami Persoalan Finansial, Keretakan Rumah Tangga dan Stress

by Redaksi
28/09/2021
in Kaltara, Tarakan
A A

TARAKAN — Pandemi covid-19 berdampak pada dinamika keluarga Indonesia. Banyak variabel yang menjadi penyebab terjadinya perceraiaan suami istri selama pandemi covid-19. Hal tersebut tak hanya dipengaruhi kondisi kesehatan, tapi juga finansial.

Menurut Dosen Akademisi Universitas Borneo Tarakan (UBT) Hj. Cici Ismuniar Undunsyah, M.Psi mengatakan, hal tersebut itu terjadi karena adanya stressor, salah satu faktor dalam kehidupan manusia yang mengakibatkan terjadinya respon stres.

Baca Juga

ALOK Apresiasi Polrestabes Makassar dan Gubernur Kaltara atas Penanganan Kasus Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual

Rock on the Street Vol. 4: Ribuan Langkah, Satu Frekuensi, Menyatu Seirama

Gubernur Zainal Beri Dukungan Pemulihan bagi Mahasiswi Asal Kaltara di Makassar

Hal ini dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari kondisi fisik, psikologis, maupun sosial dan juga muncul pada situasi kerja, dirumah, dalam kehidupan sosial, dan lingkungan luar lainnya.

“Jadi memang kalau dilihat pandemi ini kan menyebabkan banyak aneka stressor, jadi kita ini memiliki stressor, hal ini dikarenakan adanya masalah kecil dan masalah besar,” jelasnya (09/28)

“Contoh masalah besarnya itu seperti ancaman perkawinan bagi para pasangan yang sudah menikah, pada masa pandemi covid ini kan kondisi stress itu meningkat,” sambungnya.

Sementara itu, berdasarkan penelitian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada masa pendemi ini pola hidup keluarga dalam bidang ekonomi, pekerjaan, hingga keterucukupan kebutuhan primer itu semakin memburuk selama pandemi.

Dengan begitu, hal ini sangat berpengaruh pada sebuah ancaman perceraian. Pasalnya, selama pandemi perubahan ekonomi menurun drastis. Tak hanya perekonomian negara, namun juga perekonomian keluarga.

“Kenapa ada perceraian ya karena ada konflik dirumah tangga, salah satu hal yang menimbulkan konflik ya karena perubahan ekonomi dimasa pandemi. Jadi banyak sekali stress perkawinan membuat angka kasus perceraian di masa pandemi di Indonesia itu meningkat,” imbuhnya.

Dengan demikian, ia menjelaskan timbulnya stress perkawinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, faktor eksternal dan internal.

“Stress eksternal ini biasanya bersumber dari luar relasi, bisa pekerjaan ataupun faktor keuangan, bisa juga anak, mertua dan sebagainya. Sedangkan stress internal itu bersumber dari relasi pasangan, misalnya pasangan ini sering berselisih paham atau adanya kebiasaan buruk pasangan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia membeberkan dalam hal ini langkah-langkah untuk mengatasi kasus perceraian yang dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal. Diantaranya ialah kedua pasangan harus mampu mengendalikan emosi.

“Kita harus mampu mengendalikan emosi, karena misalnya salah satu pasangan mampu mengendalikan emosi itu pasti tidak ada namanya berselisih yang berhari-hari,”

“Langkah-langkah mengendalikan emosi itu pertama kita harus tahu respon stress diri kita, kita harus bisa juga menenangkan diri sendiri, dan yang terakhir aktifkan akal sehat itu biasanya harus paham kondisi kapan harus kita bicara dengan pasangan kita. Selain itu, kita juga harus sering berkomunikasi dengan baik,” tutupnya

Terkait

Next Post
Sambangi Korban Kebakaran di Desa Malinau Hilir, Gubernur Salurkan Bantuan

Sambangi Korban Kebakaran di Desa Malinau Hilir, Gubernur Salurkan Bantuan

Hadiri Pertemuan Tokoh Adat, Pemprov Kaltara Upayakan Putra Daerah Jadi Prioritas

Hadiri Pertemuan Tokoh Adat, Pemprov Kaltara Upayakan Putra Daerah Jadi Prioritas

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • ALOK Kaltara Kecam Penolakan Dakwah UAS di Minahasa, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

    ALOK Kaltara Kecam Penolakan Dakwah UAS di Minahasa, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Cuma Penyakit Lansia: Mengapa Anak Muda Zaman Sekarang Rentan Terkena Serangan Jantung?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Hukum Yang Membahayakan Nyawa Tidak Bisa Diselesaikan Dengan Restorative Justice

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Ormas Kaltara Soroti Upaya Damai Kasus Dugaan Penculikan dan Penganiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ALOK Apresiasi Polrestabes Makassar dan Gubernur Kaltara atas Penanganan Kasus Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA