• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Diperpanjang, PPKM Masih Dinilai Efektif

by Redaksi
25/08/2021
in Tarakan
A A

TARAKAN – Hingga saat ini pemerintah terus memperpanjang Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV sebagai upaya menekan laju penularan covid-19. Kendati demikian, hal tersebut menimbulkan pertanyaan masyarakat apakah perpanjangan PPKM cukup efektif dalam meminimalisir penularan covid-19.

Saat dikonfirmasi, pengamat sekaligus Akademisi Kesehatan Universitas Borneo Tarakan (UBT) Sulidah S.Kep Ners M.Kep menuturkan jika sejauh ini PPKM dinilai cukup efektif dalam menekan penularan covid-19. Menurutnya hal tersebut berdasarkan laporan perkembangan penularan yang menunjukan penurunan setiap harinya.

Baca Juga

Penusukan Maut Gegerkan Tarakan, Polisi Amankan Pelaku Utama

Kapolres Tarakan Berbuka Puasa dengan Tahanan, Tegaskan Pendekatan Humanis di Balik Rutan

Lampaui Target Nasional, Personel Polres Tarakan Digganjar Penghargaan Polda Kaltara

“Saya pikir sejauh ini PPKM cukup efektif. Kita melihat secara nasional saja, pekan lalu saya masih mengisi webinar itu saya menampilkan data kasus konfirmasi positif itu, ada di angka 39 ribu lebih secara nasional. Dan kemarin sudah turun menjadi 16 ribuan saja. Jadi turun hampir separuhnya. Sehingga ini menjadi indikator bahwa PPKM darurat itu punya dampak positif terhadap pengedalian penularan covid-19,”ujarnya, (25/8).

Dijelaskannya, kondisi itu pula yang terjadi di Kota Tarakan. Walau begitu, menurutnya pemerintah tidak boleh lengah dalam melonggarkan aturan. Mengingat, penularan bisa saja mengalami ledakan jika masyarakat lalai dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Hal yang sama juga terjadi di Kota Tarakan dari sisi jumlah kasus, itu memang terjadi penurunan, terutama dalam beberapa hari terakhir ini, tetapi saya kira ini juga belum bisa dihentikan. Kita jangan merasa senang dulu, karena kebiasaan kita setelah ada pelonggaran itu menyebabkan masyarakat lalai dalam menjalankan prokes,”tukasnya.

Selain itu, ia menerangkan akan pentingnya tindakan tegas bagi pelanggar. Mengangat, hal itu berhubungan dengan pelaksanaan dan dapat mempengaruhi kepatuhan masyarakat.

“Sehingga meski terjadi penurunan PPKM harus dilanjutkan. Satu hal lagi yang perlu diperkuat adalah, kebijakan yang sangat baik ini semestinya dibarengi dengan implementasi pemberian sanksi bagi pelanggar. Ini yang menurut saya masih kurang tegas,”tuturnya.

Ia mencontohkan masih terdapat pelaku usaha yang tidak menaati jam operasi sesuai aturan PPKM. Meski begitu, ia menyadari sebagian masyarakat baru mulai mencari nafkah di malam hari, menurutnya pengecualian bisa diberikan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) dan penegasan bisa dilakukan kepada usaha rumah makan dan kafe.

“Karena saya melihat sesungguhnya kebijakan level 4 mengintruksikan kafe-kafe dan rumah makan hanya beroperasi sampai jam 8 atau 9. Tapi saat ini saya melihat masih banyak warung yang buka hingga larut malam,”jelasnya.

Adapun penerapan prokes, ia melihat masih ada masyarakat yang beraktivitas tanpa menggunakan masker. Sehingga menurutnya diperlukan ketegasan pemerintah dalam memberi sanksi prokes. Maski terkesan sepeleh, namun menurutnya hal itu dapat menjadi penghambat keberhasilan upaya pemerintah.

“Selain itu saya melihat masih ada masyarakat yang tidak memakai masker saat keluar rumah. Sehingga hal sepeleh semacam ini dapat menghambat upaya pemerintah dalam memutus penularan sesegera mungkin,”tuturnya.

Terkait

Next Post
Salurkan Bantuan Beras 100 Karung, Pemprov Harapkan Masyarakat Tetap Taati Prokes

Salurkan Bantuan Beras 100 Karung, Pemprov Harapkan Masyarakat Tetap Taati Prokes

Segera Difungsikan, Traffic Light Tinggal Menunggu Pemasangan Listrik

Segera Difungsikan, Traffic Light Tinggal Menunggu Pemasangan Listrik

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA