• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Bulungan Bidik Kemandirian Peternakan, Pakan Lokal Jadi Kunci

by Redaksi
13/09/2026
in Bulungan
A A

IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mulai mendorong penguatan ekosistem peternakan berbasis potensi lokal. Tidak hanya mengejar peningkatan produksi ternak, upaya tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian pakan sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan pangan hewani dari luar daerah.

Langkah itu diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor antara Pemkab Bulungan, PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN), dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi role model pengembangan peternakan terintegrasi yang nantinya dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Bulungan.

Baca Juga

Ayam KUB Jadi Upaya PKK Bulungan Perkuat Gizi dan Ekonomi Keluarga di Jelarai Selor

Harga Sembako Ditekan, Kodim 0903/Bulungan Gelar Pasar Murah Sambut HUT ke-81 TNI

Bantuan Ayam KUB PKK Bulungan Dinilai Bisa Jadi Modal Pangan dan Ekonomi Keluarga

Bupati Bulungan Syarwani menilai pengembangan peternakan tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, persoalan yang dihadapi peternak bukan hanya berkaitan dengan kemampuan produksi, tetapi juga menyangkut ketersediaan pakan, biaya produksi, pemasaran hingga kesinambungan pasokan.

“Kalau kita ingin membangun peternakan yang kuat, maka ekosistemnya harus dibangun secara bersama-sama. Tidak bisa hanya pemerintah yang bekerja. Harus ada kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat dan para pelaku peternakan,” kata Syarwani, Minggu (13/9/26)

Ia mengatakan, kebutuhan konsumsi daging unggas di Bulungan saat ini tergolong tinggi. Kebutuhan harian bahkan mencapai tidak kurang dari 6 ton. Namun, sebagian besar kebutuhan tersebut masih dipenuhi dari luar daerah, di antaranya dari Berau dan Tarakan.

Kondisi itu, lanjut Syarwani, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan peternakan lokal.

“Kalau kebutuhan kita sekitar enam ton per hari, ini sebenarnya merupakan peluang ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Bulungan. Jangan sampai kebutuhan sebesar itu justru terus dipasok dari luar daerah,” ujarnya.

Syarwani menegaskan, pemerintah daerah ingin secara bertahap mengubah kondisi tersebut dengan memperkuat kapasitas produksi peternak lokal. Salah satu persoalan yang harus segera dibenahi adalah tingginya biaya pakan.

Selama ini, pakan ternak masih banyak didatangkan dari Surabaya. Panjangnya rantai pasok membuat biaya produksi peternak menjadi tinggi sehingga sulit bersaing.

“Pakan ini menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan. Kalau pakan masih kita datangkan dari luar, tentu biaya produksinya menjadi mahal. Karena itu, kita harus mulai berpikir bagaimana pakan bisa kita produksi dari bahan baku yang tersedia di daerah,” jelas Syarwani.

Menurutnya, Bulungan memiliki potensi sumber daya yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku pakan. Salah satunya melalui pengembangan tanaman jagung dan integrasi dengan komoditas pertanian lainnya.

Pemanfaatan ubi kayu atau singkong juga menjadi bagian penting dalam konsep tersebut. Tidak hanya umbinya, bagian tanaman yang selama ini dianggap sebagai limbah seperti daun dan batang dapat diarahkan menjadi bahan pakan setelah melalui pengolahan yang tepat.

“Jadi konsepnya bukan sekadar menanam untuk menghasilkan komoditas. Kita ingin melihat bagaimana satu komoditas bisa terintegrasi dengan peternakan. Daun, batang, maupun ubi yang tidak masuk standar konsumsi bisa kita lihat potensinya untuk pakan,” katanya.

Bupati menilai pendekatan tersebut penting karena dapat menciptakan efisiensi sekaligus mengurangi limbah pertanian.

“Yang selama ini dianggap limbah jangan langsung dibuang. Kita harus melihat apakah bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Ini yang kita dorong melalui konsep ekonomi sirkular,” sambungnya.

Konsep tersebut nantinya tidak berhenti pada penyediaan pakan. Pemkab Bulungan menginginkan terbentuknya sebuah rantai usaha peternakan yang terintegrasi mulai dari penyediaan bahan baku, produksi pakan, pembibitan, pemeliharaan ternak, pengolahan hasil hingga pemasaran.

Dengan pola tersebut, peternak tidak hanya menjadi pelaku produksi, tetapi dapat terhubung dengan sektor pertanian dan industri pengolahan.

“Yang kita bangun bukan hanya kandang ternak. Kita ingin membangun sebuah ekosistem. Ada pertanian, ada bahan baku pakan, ada peternakan, kemudian hasil ternaknya masuk ke pasar. Jadi dari hulu sampai hilir harus kita pikirkan,” tegas Syarwani.

Ia berharap keterlibatan Universitas Padjadjaran dapat memperkuat sisi kajian, teknologi dan pendampingan. Sementara dunia usaha diharapkan dapat memberikan dukungan dalam pengembangan model usaha yang memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan.

“Perguruan tinggi kita harapkan memberikan penguatan dari sisi keilmuan dan teknologi. Dunia usaha juga penting untuk membuka ruang investasi dan pengembangan. Pemerintah tentu menyiapkan kebijakan serta memfasilitasi agar semua ini bisa berjalan,” tuturnya.

Selain aspek produksi, program tersebut juga akan menjadi ruang pembelajaran bagi aparatur pemerintah daerah. Pemkab Bulungan berencana menugaskan person in charge (PIC) dari perangkat daerah teknis, khususnya Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan.

Penunjukan PIC dinilai penting agar proses penyusunan roadmap hingga implementasi di lapangan memiliki penanggung jawab yang jelas.

“Kita juga ingin ASN kita belajar. Jangan sampai program ini hanya berjalan sebagai kegiatan, tetapi tidak terjadi transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas aparatur,” kata Syarwani.

Menurut dia, aparatur di sektor teknis harus memahami secara utuh konsep pengembangan peternakan terintegrasi, mulai dari perencanaan, pemanfaatan lahan, bahan baku pakan, teknologi pengolahan hingga pengembangan pasar.

“ASN teknis harus menguasai persoalannya. Mereka harus tahu bagaimana membuat perencanaan, bagaimana menghitung kebutuhan pakan, bagaimana mengembangkan peternakan dan bagaimana mengukur keberhasilannya,” imbuhnya.

Syarwani berharap roadmap yang disusun nantinya tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar menjadi pedoman pelaksanaan program dalam jangka menengah dan panjang.

“Roadmap ini harus konkret. Kita ingin tahu apa yang dilakukan tahun pertama, apa target berikutnya, siapa yang bertanggung jawab dan apa indikator keberhasilannya,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati melihat pengembangan kawasan peternakan memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah. Jika dikelola secara terintegrasi, kawasan tersebut bukan hanya menghasilkan daging dan pakan, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya usaha jasa, perdagangan dan wisata edukasi.

“Kita ingin kawasan ini nantinya memiliki nilai tambah. Tidak hanya menghasilkan ternak, tetapi juga bisa menjadi tempat pembelajaran masyarakat, wisata edukasi dan mendorong aktivitas ekonomi di sekitarnya,” ujarnya.

Syarwani menambahkan, pengembangan peternakan berbasis lokal juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ketika sebagian kebutuhan pangan hewani dapat diproduksi sendiri, daerah memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap gangguan distribusi maupun kenaikan biaya pasokan dari luar.

“Ketahanan pangan itu bukan hanya soal ketersediaan. Kita juga harus memiliki kemampuan memproduksi sendiri. Kalau sebagian besar kebutuhan masih bergantung dari luar, maka ketika ada persoalan distribusi atau harga, kita ikut terdampak,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak melihat pengembangan peternakan sebagai investasi jangka panjang.

“Kita tidak ingin program ini berhenti sebagai seremoni. Harus ada keberlanjutan. Kalau modelnya sudah berjalan dan terbukti, nanti bisa kita kembangkan ke kawasan-kawasan lain,” pungkas Syarwani.***(IBM02)

Terkait

Next Post
TP PKK Bulungan Gencarkan Edukasi Ecobrick, Sampah Plastik Diolah Jadi Produk Bernilai Guna

TP PKK Bulungan Gencarkan Edukasi Ecobrick, Sampah Plastik Diolah Jadi Produk Bernilai Guna

Di Balik Sunyi Mirza, Ada Keteguhan Klara Menemani Tumbuh Kembang Sang Anak

Di Balik Sunyi Mirza, Ada Keteguhan Klara Menemani Tumbuh Kembang Sang Anak

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Stok Air Baku PDAM Tirta Taka Aman 45 Hari, Pelanggan Diminta Hemat Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalur Tikus Perbatasan Dibobol, Pos Aji Kuning Gagalkan 1.500 Bungkus Rokok Ilegal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertumbuhan Ekonomi Bulungan Tembus 10,62 Persen, Tertinggi di Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota BBM Subsidi Nunukan Belum Seimbang dengan Kebutuhan, Pemkab Siapkan Data 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA