IBMNews.co.id, Tanjung Palas Timur – Warga Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, mendesak pemerintah daerah untuk segera meningkatkan akses jalan menuju Tanjung Selor. Mereka menilai kondisi jalan yang belum memadai saat ini menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan akses administrasi publik.
Desakan itu disampaikan warga secara kolektif kepada sejumlah awak media di Tanjung Palas Timur. Menurut mereka, peningkatan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Tanjung Selor merupakan ibu kota Kabupaten Bulungan sekaligus pusat pemerintahan, kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan layanan administrasi. Namun, akses dari Mangkupadi ke Tanjung Selor masih belum sepenuhnya layak, terutama di musim hujan.
“Jalan menuju Tanjung Selor sangat penting bagi masyarakat. Bukan hanya untuk bepergian, tetapi juga untuk berobat, mengurus administrasi, menjual hasil usaha, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ani seorang warga Mangkupadi, Sabtu (23/05/26)
Warga mencontohkan, hasil perikanan, pertanian, perkebunan, dan usaha kecil kerap mengalami penurunan kualitas karena waktu tempuh yang lama serta biaya angkut yang tinggi akibat kondisi jalan rusak.

Dari sisi pelayanan kesehatan, warga menyoroti situasi darurat seperti warga sakit mendadak, ibu hamil, atau anak-anak yang memerlukan penanganan cepat. Akses yang sulit dinilai sangat vital dan bisa mengancam nyawa.
“Kalau ada kondisi darurat, akses jalan sangat menentukan. Masyarakat tidak bisa menunggu lama hanya karena jalannya sulit dilalui,” kata Nisa, warga lainnya.
Selain itu, pelajar, mahasiswa, dan pekerja dari Mangkupadi juga kesulitan mengakses pendidikan serta lapangan kerja di Tanjung Selor karena terhambat transportasi yang tidak lancar.
Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kabupaten Bulungan menjadikan peningkatan jalan Mangkupadi–Tanjung Selor sebagai prioritas pembangunan wilayah pesisir tahun ini.
“Harapan kami jalan ini benar-benar diperhatikan. Kalau akses lancar, ekonomi masyarakat bergerak dan pelayanan publik juga lebih mudah dijangkau, pungkasnya***(IBM02)



