• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Pasca Lebaran, Sekprov Kaltara: Jangan Biarkan Semangat Ramadan Padam Usai Salat Id!

by Redaksi
30/03/2026
in Pemprov Kaltara
A A

IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Ada yang berbeda di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Senin (30/3/26) pagi. Setelah hiruk-pikuk silaturahmi dan reuni keluarga usai Lebaran, denyut nadi birokrasi kembali berdetak kencang. Lapangan Agatis yang pagi itu disapu cahaya matahari kalimantan berubah menjadi saksi bisu komitmen baru. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, berdiri tegas di hadapan ribuan aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN. Bukan sekadar apel biasa, ini adalah reset mental setelah jeda panjang.

Tepat pukul 08.00 Wita, suasana khidmat menyelimuti pelataran. Barisan pejabat tinggi pratama, staf ahli, hingga para asisten dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak kompak. Mereka baru saja melewati masa libur dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang berjalan hampir sebulan. Namun, Sekprov Denny ingin memastikan bahwa kelonggaran itu tidak berubah menjadi kendor. Baginya, momen ini adalah titik nol untuk melesat lebih jauh.

Baca Juga

Efisiensi WFA di Kaltara Torehkan Penghematan Rp230 Juta, Sekprov: Ini Bukti Disiplin ASN yang Mulai Membudaya

Ketika Pemimpin Turun ke Wajan: Cara Sederhana Zainal A. Paliwang Menyapa Rakyat

Ternyata ini Alasan di Balik Mengapa Sekprov Kaltara Marah Besar

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” sapanya membuka arahan dengan nada hangat yang segera berubah menjadi serius. Ia tak ingin euforia kemenangan usai menahan lapar dan haus selama Ramadan hanya menjadi euforia sesaat. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa ibadah puasa adalah pabrik pembentuk karakter yang harus beroperasi terus sepanjang tahun.

“Ramadan telah mengajarkan kita untuk disiplin menahan diri, sabar, dan ikhlas. Pertanyaannya sekarang, apakah itu hanya kita tinggalkan begitu saja setelah kita bertakbir?” ujarnya menggugah para peserta apel yang berdiri rapi.

Menurutnya, ujian sesungguhnya bagi seorang aparatur justru dimulai setelah lonceng kemenangan berbunyi. Ia secara gamblang menyebut bahwa tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi antara kualitas spiritual yang meningkat saat puasa dengan etos kerja di lapangan. Ia mengingatkan agar jangan sampai ada penurunan kinerja yang drastis pasca libur. Disiplin, baginya, adalah harga mati.

“Kita melayani masyarakat, bukan melayani keinginan diri sendiri. Liburan sudah selesai, sekarang saatnya menunjukkan bukti bahwa kita adalah aparatur yang profesional,” tegas Denny dengan intonasi yang memotivasi.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Denny itu juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas implementasi kebijakan WFA yang diterapkan kurang dari satu bulan terakhir. Ia menilai pola kerja fleksibel tersebut justru menjadi indikator kedewasaan birokrasi di Bumi Benuanta. Efisiensi energi listrik di perkantoran tercatat meningkat signifikan, menunjukkan bahwa produktivitas tak lagi diukur dari lama duduk di kursi kantor, melainkan dari hasil yang dicapai.

Namun, di balik pujian itu, ia menyisipkan pesan keras. Fleksibilitas bukan berarti melonggarkan tanggung jawab. “Saya lihat WFA berjalan baik. Itu bukti kita adaptif. Tapi jangan sampai kebijakan ini membuat kita lupa bahwa tugas utama kita adalah hadir untuk menyelesaikan urusan masyarakat. Jika ada yang memaknai WFA sebagai ‘hari libur panjang’, saya ingatkan, itu keliru,” katanya menegaskan.

Puncak pesan moral dari apel perdana ini adalah soal menjaga “Spirit Ramadan”. Denny mengajak seluruh barisan birokrasi untuk menjadikan nilai-nilai luhur yang ditempa selama 30 hari sebagai fondasi permanen. Ia menggarisbawahi betapa sulitnya ikhlas dan saling memaafkan jika hanya diucapkan di permukaan. Membangun lingkungan kerja yang sehat, menurutnya, membutuhkan fondasi hati yang bersih—warisan paling berharga dari bulan Ramadan.

“Hal sederhana seperti memaafkan kadang terasa sangat berat karena ego. Ramadan mengajarkan kita untuk melepas itu. Maka, jangan biarkan ego kembali menguasai kita setelah Idulfitri. Jadikan kantor ini sebagai rumah kedua yang nyaman, karena kita saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” pesannya penuh makna.

Mengakhiri arahannya yang berlangsung sekitar 20 menit itu, Denny menitipkan harapan besar. Ia ingin kebiasaan bangun pagi untuk sahur, kedisiplinan waktu, serta kepekaan sosial yang tumbuh selama Ramadan berlanjut menjadi habit baru dalam birokrasi. Sebelas bulan ke depan adalah medan juang yang lebih panjang.

“Jangan sampai Ramadan hanya meninggalkan catatan ibadah di bulan ketiga, tapi meninggalkan jejak integritas di 11 bulan lainnya. Mari kita buktikan bahwa ASN Kaltara bukan hanya profesional, tapi juga berakhlak. Mari kita kerja dengan hati, karena hati yang ikhlas akan melahirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya disambut derap langkah tegas para peserta apel yang kembali tersebar ke ruang kerja masing-masing, membawa semangat baru yang diyakini tak akan padam hingga Ramadan berikutnya tiba.***(Randa)

Terkait

Next Post
Efisiensi WFA di Kaltara Torehkan Penghematan Rp230 Juta, Sekprov: Ini Bukti Disiplin ASN yang Mulai Membudaya

Efisiensi WFA di Kaltara Torehkan Penghematan Rp230 Juta, Sekprov: Ini Bukti Disiplin ASN yang Mulai Membudaya

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA