IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Luas wilayah Kabupaten Bulungan yang mencapai kurang lebih 13 ribu kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 170 ribu jiwa menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Dengan cakupan 10 kecamatan dan 74 desa, diperlukan kerja kolektif agar setiap wilayah dapat tersentuh program pembangunan secara adil dan berkelanjutan.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak mungkin berjalan sendiri menghadapi kompleksitas wilayah yang luas dan karakter geografis yang beragam.
“Wilayah kita sangat luas, hampir 13 ribu kilometer persegi. Penduduk tersebar di 10 kecamatan dan 74 desa. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Syarwani Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, kunci utama keberhasilan pembangunan di Bulungan terletak pada kekuatan sinergi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, tokoh masyarakat hingga generasi muda.
“Sinergi dan kolaborasi itu bukan sekadar slogan. Ini kebutuhan. Tanpa dukungan semua unsur, pembangunan tidak akan menjangkau wilayah-wilayah yang aksesnya masih terbatas,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerataan pembangunan harus dirancang dengan perencanaan yang matang dan terukur. Perangkat daerah, kata dia, perlu menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan riil masyarakat di tingkat desa.
“Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan dan program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Perencanaan harus detail, pelaksanaan harus konsisten, dan pengawasan harus kuat,” jelasnya.
Syarwani juga menggarisbawahi bahwa pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang partisipatif. Artinya, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek pembangunan.
“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang melibatkan seluruh elemen. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, hingga anak-anak muda kita. Semua harus merasa memiliki tanggung jawab yang sama,” katanya.
Ia pun mengajak sektor swasta untuk aktif berkontribusi melalui investasi dan program tanggung jawab sosial perusahaan. Menurutnya, dukungan dunia usaha akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Kita ingin tidak ada lagi wilayah yang merasa tertinggal. Semua harus bergerak bersama. Kalau kita kompak dan saling mendukung, pemerataan pembangunan bukan hal yang mustahil,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Syarwani menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Bulungan. Ia yakin dengan semangat kebersamaan, daerah ini mampu berkembang menjadi wilayah yang maju dan mandiri.
“Saya percaya, dengan kolaborasi yang kuat dan semangat gotong royong, Bulungan akan tumbuh lebih baik. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat dari tahun ke tahun,” pungkasnya.***(RM)



