IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Suasana semarak dan penuh warna mewarnai Landmark Chinatown, Tanjung Selor, Sabtu malam (28/2), saat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bulungan menggelar puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi. Perayaan yang dikemas dalam balutan pentas seni dan budaya tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Bulungan dalam keberagaman.
Rangkaian acara menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional Tionghoa yang berpadu dengan nuansa budaya Nusantara. Lampion-lampion yang menghiasi kawasan Chinatown semakin menambah khidmat suasana, sementara warga dari berbagai latar belakang tampak antusias menyaksikan perayaan tahunan tersebut.

Kehadiran Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai toleransi di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh umat yang merayakan.
Ia berharap momentum ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Bulungan.
Menurutnya, perayaan Imlek bukan sekadar seremoni pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan lintas suku dan agama.
Terlebih, tahun ini perayaan Imlek mengusung tema nasional “Harmoni Imlek Nusantara” yang sarat makna kebersamaan dalam keberagaman.
“Tema ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita yang majemuk. Apalagi perayaan Imlek tahun ini berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan. Ini menjadi simbol kuat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga semangat toleransi, saling menghargai, serta memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Ia berharap nilai-nilai tersebut terus tumbuh dan menjadi karakter masyarakat Bulungan dalam membangun daerah.
Selain sebagai ajang silaturahmi, perayaan ini juga dinilai memiliki nilai edukatif, khususnya bagi generasi muda. Melalui kegiatan seni dan budaya, anak-anak dan remaja dapat mengenal lebih dekat kekayaan tradisi Tionghoa sebagai bagian tak terpisahkan dari mozaik budaya Indonesia.
“Ini menjadi sarana pembelajaran agar generasi muda memahami dan mencintai budaya Nusantara dalam keberagamannya,” tambahnya.
PSMTI Bulungan sebagai penyelenggara berharap perayaan ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya meriah secara seremoni, tetapi juga mampu memperkuat jalinan persaudaraan antarwarga. Dengan semangat harmoni, Imlek 2577 di Bulungan diharapkan menjadi titik temu kebersamaan dan pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan dalam membangun daerah yang rukun dan sejahtera.***(RM)


