IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Perjalanan darat sejauh kurang lebih 20 hingga 25 kilometer dari pusat Kota sekaligus Kecamatan Tanjung Selor menuju Desa Apung bukan sekadar jarak geografis. Bagi Bunda Literasi Kabupaten Bulungan, Ibu Sri Nur Handayani, jarak tersebut adalah jalan pengabdian untuk memastikan hak anak-anak di wilayah pedesaan terpencil dan terjauh tetap terpenuhi, khususnya dalam akses pendidikan dan literasi.
Dalam semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, Ibu Sri Nur Handayani melaksanakan kunjungan ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bina Harapan Punan Pesisir yang berada di Desa Apung.
Kunjungan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan perjuangan Bunda Literasi sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Bulungan dalam menumbuhkan budaya membaca serta memberantas buta huruf, terutama bagi anak-anak dan generasi muda di wilayah pesisir dan pedalaman.
Kehadiran Bunda Literasi disambut antusias oleh masyarakat, para pengelola TBM, serta anak-anak Desa Apung. Di tengah keterbatasan sarana dan jarak, TBM Bina Harapan Punan Pesisir selama ini menjadi ruang belajar, ruang bermain edukatif, sekaligus tempat bertumbuhnya mimpi-mimpi anak desa. Dukungan moral dari Bunda Literasi dinilai menjadi energi baru bagi para pengurus TBM yang dengan penuh dedikasi terus mengabdi di daerah terjauh Kabupaten Bulungan.
Dalam kunjungannya, Ibu Sri Nur Handayani tampak menyapa anak-anak satu per satu, berdialog dengan pengurus TBM, serta memberikan motivasi agar semangat belajar tidak pernah padam meski berada jauh dari pusat kota. Ia menegaskan bahwa literasi adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi emas Bulungan di masa depan.
“Anak-anak di desa terpencil memiliki hak dan potensi yang sama besar dengan anak-anak di perkotaan. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tidak tertinggal. Melalui TBM, kita ingin membuka jendela dunia, menggerakkan mimpi-mimpi mereka, dan menanamkan keyakinan bahwa mereka bisa meraih cita-cita setinggi apa pun,” ujar Ibu Sri Nur Handayani.
Ia juga menekankan bahwa perjuangan literasi tidak hanya soal buku, tetapi tentang membangun karakter, kepercayaan diri, dan semangat juang generasi muda.
“Literasi adalah jalan panjang. Ini bukan pekerjaan sehari atau setahun, tetapi perjuangan berkelanjutan. Saya berharap TBM di desa-desa terjauh Bulungan terus hidup dan menjadi pusat peradaban kecil yang melahirkan generasi cerdas, berakhlak, dan berdaya saing,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Bunda Literasi Kabupaten Bulungan dalam mendukung anak-anak dan pengelola TBM di berbagai desa terpencil. Diharapkan, kehadiran langsung dan motivasi yang diberikan mampu memperkuat minat baca, menumbuhkan budaya belajar, serta membangun masa depan generasi muda Bulungan yang lebih cerah melalui literasi.
Melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten, perjuangan Bunda Literasi ini menjadi bukti bahwa dari desa-desa terjauh pun, cahaya pengetahuan dapat terus menyala.***(Ronny Meranda)



