IBMNews.co.id, Tarakan — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarakan, Muhammad Rizal atau Ichal, mengikuti Retret Kebangsaan dan Bela Negara yang digelar PWI Pusat selama empat hari di Pusat Kompetensi Bela Negara (PKBN), Bogor.
Ichal menjadi satu-satunya perwakilan dari Kalimantan Utara dalam kegiatan yang berlangsung pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026 tersebut. Ia mengikuti seluruh rangkaian retret setelah menerima undangan resmi dari Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang.
Retret ini diikuti sekitar 160 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota PWI pusat maupun daerah. Kegiatan mengusung tema “Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional”.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan materi kebangsaan, bela negara, serta penguatan etika jurnalistik. Materi Building Learning Commitment (BLC) dan pengantar nilai dasar bela negara menjadi fondasi awal dalam menghadapi tantangan disinformasi dan polarisasi publik.
Selain sesi kelas, retret juga diisi dengan diskusi, simulasi, dan refleksi yang membahas peran strategis wartawan dalam menjaga ketahanan informasi dan demokrasi.
“Pengalaman ini sangat berharga. Selama empat hari kami mendapat penguatan tentang peran wartawan dalam menjaga persatuan bangsa dan menyampaikan informasi yang akurat,” ujar Ichal, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air harus tercermin dalam praktik jurnalistik sehari-hari. Profesionalisme wartawan, kata Ichal, ditunjukkan melalui kejujuran, keberanian menyampaikan kebenaran, serta tanggung jawab atas setiap informasi yang dipublikasikan.
“Cinta tanah air diwujudkan melalui sikap profesional—jujur pada data, berani pada kebenaran, dan bertanggung jawab kepada publik,” tegasnya.
Ichal juga menekankan pentingnya penguatan wawasan bela negara di kalangan wartawan, khususnya di tengah maraknya penyebaran informasi tidak benar yang berpotensi memicu polarisasi masyarakat. Wartawan memiliki peran penting sebagai penyeimbang informasi sekaligus penjaga nilai kebangsaan.
Ia berharap, nilai dan pengalaman dari retret tersebut dapat diterapkan di Kota Tarakan dan Kalimantan Utara, serta disosialisasikan kepada anggota PWI di daerah untuk memperkuat profesionalisme dan integritas organisasi.
“Semua materi dan pengalaman ini akan kami terapkan dalam praktik jurnalistik dan penguatan organisasi PWI di Tarakan dan Kalimantan Utara,” pungkas Ichal.***(hmsPWITRK)


