• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Waspada Aksi Penipuan!!!! Nama Salah Satu Dosen UBT Jadi Korban Pencatutan Identitas

by Redaksi
14/12/2025
in Tarakan
A A

IBMNews.com, Tarakan – Kasus penipuan dengan modus pencatutan identitas kembali marak terjadi. Kali ini, seorang dosen Universitas Borneo Tarakan (UBT), Riski Sovayunanto, S.Psi., M.Si, menjadi korban penyalahgunaan identitas oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menipu sejumlah pihak.

Pelaku diduga menggunakan nama, nomor kontak, serta gaya komunikasi korban untuk menghubungi orang-orang yang berada dalam daftar relasi korban, dengan tujuan meminta uang dan mengirimkan file serta tautan mencurigakan.

Baca Juga

ALOK Apresiasi Polrestabes Makassar dan Gubernur Kaltara atas Penanganan Kasus Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual

Rock on the Street Vol. 4: Ribuan Langkah, Satu Frekuensi, Menyatu Seirama

RSUD dr. H. Jusuf SK Sukses Lakukan Operasi Jantung ke-15 di Kaltara

Riski mengungkapkan, peristiwa tersebut baru pertama kali dialaminya. Ia mengaku cukup cemas karena khawatir ada pihak yang benar-benar menjadi korban penipuan tersebut.

“Ini pertama kali saya mengalami kejadian seperti ini. Yang membuat saya khawatir adalah orang-orang yang bisa saja menjadi korban. Alhamdulillah sejauh ini teman, saudara, rekan kerja, dan rekan usaha langsung mengonfirmasi ke saya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali diketahui pada Jumat sekitar pukul 10.30 WITA, saat seorang temannya di Tarakan menghubunginya untuk memastikan kebenaran pesan ajakan usaha yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp.

“Teman saya bertanya, ini benar mas dosen atau bukan, karena ada WA yang mengajak usaha. Saya langsung pastikan itu bukan saya. Setelah itu saya informasikan ke teman-teman kantor terdekat,” jelasnya.

Namun, selama pelaksanaan ibadah Salat Jumat, intensitas penipuan justru semakin meningkat. Pelaku diduga menghubungi banyak kontak yang tersimpan di ponsel korban.

“Sampai sore hari, ponsel saya tidak berhenti menerima pesan dan telepon. Banyak yang mengonfirmasi karena identitas saya digunakan. Pelaku bahkan mengirim file PDF, meminta KTP, dan mengirimkan tautan internet ke beberapa orang,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kecemasan berlebih dan harus menghabiskan waktu seharian untuk menangani serta mengklarifikasi kasus tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Riski mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan serupa. Ia membagikan sejumlah ciri dan langkah antisipasi yang perlu diperhatikan.

“Jika menerima pesan mencurigakan, segera konfirmasi langsung ke orang yang bersangkutan melalui nomor lain atau melalui orang terdekatnya. Ciri utama penipuan biasanya bersifat mendesak dan meminta uang dengan berbagai alasan,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku cukup lihai karena mampu meniru gaya bahasa, logat daerah, hingga sapaan akrab seperti keluarga atau kerabat dekat.

“Bahasa yang digunakan bisa sangat mirip, bahkan menyesuaikan logat daerah lawan bicara. Ini sepertinya modus baru. Karena itu, jangan mudah percaya, jangan sembarangan membuka file atau tautan, dan jangan menanggapi telepon atau pesan yang mendesak meminta uang,” pungkasnya.

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi penipuan serupa.***(IBM02)

Terkait

Next Post
Revitalisasi Permainan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika FKIP UBT Dorong Pembelajaran Menyenangkan di Sekolah

Revitalisasi Permainan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika FKIP UBT Dorong Pembelajaran Menyenangkan di Sekolah

Harga Kepiting di Tarakan Anjlok Jelang Natal dan Tahun Baru, Para Petani Meradang

Harga Kepiting di Tarakan Anjlok Jelang Natal dan Tahun Baru, Para Petani Meradang

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • ALOK Kaltara Kecam Penolakan Dakwah UAS di Minahasa, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

    ALOK Kaltara Kecam Penolakan Dakwah UAS di Minahasa, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Cuma Penyakit Lansia: Mengapa Anak Muda Zaman Sekarang Rentan Terkena Serangan Jantung?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Hukum Yang Membahayakan Nyawa Tidak Bisa Diselesaikan Dengan Restorative Justice

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Ormas Kaltara Soroti Upaya Damai Kasus Dugaan Penculikan dan Penganiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ALOK Apresiasi Polrestabes Makassar dan Gubernur Kaltara atas Penanganan Kasus Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA