IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Pembangunan jembatan di Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan, membawa perubahan signifikan bagi mobilitas masyarakat. Infrastruktur tersebut kini menjadi akses penting bagi warga yang sebelumnya harus menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan jembatan dan sumur bor yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Komandan Kodim (Dandim) 0903 Bulungan Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja, S.Sos., M.I.P., mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menunjang akses masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini dilaksanakan secara resmi oleh Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Haji Prabowo Subianto, secara serentak di seluruh Indonesia,” kata Hendra.
Ia menyebutkan, secara nasional terdapat 3.365 jembatan yang telah dibangun melalui program tersebut. Selain itu, pemerintah juga membangun sekitar 3.000 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Menurut Hendra, pembangunan jembatan dan sumur bor diharapkan menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya ini menjadi suatu bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Pekerjaan jembatan maupun sumur bor ini semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat seluruh Indonesia,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan dilakukan secara bottom up dengan melibatkan pemerintah desa. Kepala desa diminta menyampaikan titik-titik jembatan yang dinilai penting untuk dibangun maupun direhabilitasi.
“Untuk menentukan titik pembangunan, kita secara bottom up juga meminta data kepada kepala desa, khususnya mana saja titik-titik jembatan yang perlu dan penting untuk dibangun atau direhabilitasi. Tentunya ada skala prioritas,” jelasnya.
Hal serupa diterapkan dalam menentukan lokasi pembangunan sumur bor. Data penerima manfaat menjadi salah satu pertimbangan agar fasilitas yang dibangun tepat sasaran dan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Sementara itu, di Kabupaten Bulungan telah dibangun 10 jembatan dan tiga titik sumur bor. Pembangunan jembatan tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Wana Mulyo, Apung, Sajau Hilir, Tangkap Agung, Teras Nawang, Salimbatu, Klubir, SP 8, dan Long Beluah.
“Untuk saat ini, sejauh ini belum ada pengajuan lagi,” kata Dandim 0903 Bulungan.
Sementara itu, Kepala Desa Sajau Hilir, Syahrir mengatakan, jika bagi masyarakat Sajau Hilir, keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini mereka hadapi.
Syahrir Menyebutkan, sebelum jembatan dibangun, warga masih mengandalkan perahu untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk mengantar anak-anak ke sekolah dan menuju kebun.
“Memang sebelumnya sangat susah karena harus menggunakan perahu. Anak sekolah, masyarakat yang pergi ke kebun, semuanya menggunakan perahu,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan jajaran TNI yang telah merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, pengerjaan jembatan berlangsung relatif cepat. Pembangunan yang dikerjakan TNI disebut hanya membutuhkan waktu sekitar 35 hari.
“Kalau dikerjakan melalui proyek biasa mungkin bisa berbulan-bulan. Tetapi alhamdulillah, TNI bisa bekerja dengan cepat. Hanya sekitar 35 hari sudah bisa diselesaikan, baik siang maupun malam,” katanya.
Saat ini, jembatan tersebut dimanfaatkan sekitar 571 kepala keluarga (KK) untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Selain jembatan gantung, terdapat pula satu jembatan beton yang dibangun di lokasi lainnya. Kedua infrastruktur tersebut dinilai semakin memperbaiki konektivitas masyarakat di wilayah Desa Sajau Hilir.
“Ini ada dua jembatan. Satu jembatan beton dan yang ini jembatan gantung. Di sana sebelumnya sudah lama tidak terbangun, alhamdulillah sekarang sudah terbangun dengan baik dan sudah diresmikan,” jelasnya.
Pemerintah desa berharap keberadaan jembatan tersebut diikuti dengan perhatian terhadap aspek pemeliharaan. Perawatan dinilai penting agar jembatan tetap aman dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami berharap ke depannya ada perawatan lagi, karena kita tidak tahu sampai kapan kemampuan jembatan ini bisa bertahan. Yang jelas, jembatan ini sangat diperlukan masyarakat Sajau Hilir,” Tutupnya.***(IBM02)



