IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, dan Digimonusa (Digital Monster Nusantara) menggelar pelatihan konten dan digital marketing bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mustahik.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat zakat melalui pemanfaatan media sosial dan teknologi digital sebagai sarana pemasaran.
Ketua BAZNAS Kaltara, H. Ubid Haduni, mengatakan penguasaan strategi pemasaran digital menjadi salah satu modal penting bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Selain memperluas jangkauan pasar, pemanfaatan platform digital juga dapat membantu membangun branding produk agar lebih kompetitif.
“Program ini diikuti 30 UMKM mustahik terpilih di wilayah Kaltara. Seluruh peserta telah melalui proses seleksi dan pra-workshop sehingga materi yang diberikan diharapkan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan usaha mereka,” ujar Ubid, Rabu (12/08/26).
Menurutnya, mayoritas peserta pelatihan merupakan perempuan. Kondisi tersebut dinilai menjadi potensi karena penggunaan telepon seluler dan media sosial sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Ubid menjelaskan, peserta awalnya berasal dari sekitar 400 nasabah BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Setelah melalui proses seleksi bertahap, jumlah tersebut mengerucut menjadi 70 peserta hingga akhirnya ditetapkan 30 peserta yang mengikuti pelatihan konten digital marketing.
“Sekitar 90 persen peserta adalah perempuan. Mereka sehari-hari sudah akrab dengan handphone dan media sosial. Karena itu, kemampuan tersebut kami dorong agar dapat dimanfaatkan untuk pemasaran produk UMKM,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat konten, tetapi juga membantu memperluas pasar produk UMKM binaan BAZNAS melalui pemasaran secara daring.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara, H. Muhammad Rosyit, menyampaikan dukungan Pemprov Kaltara terhadap kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilaksanakan BAZNAS.
Menurutnya, dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui pemberian hibah keuangan tahunan untuk mendukung operasional dan program BAZNAS Kaltara.
“Dukungan Pemprov Kaltara diwujudkan melalui pemberian hibah keuangan tahunan untuk mendukung operasional kegiatan BAZNAS Kaltara,” katanya.
Ia berharap program pemberdayaan seperti pelatihan digital marketing dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dan lembaga zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menekan angka kemiskinan di Kaltara.
Pelatihan tersebut menargetkan seluruh peserta mampu menguasai dasar-dasar pembuatan konten digital dan pemasaran melalui media sosial, sehingga produk yang dihasilkan UMKM binaan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Pelatihan pembuatan konten ini diharapkan dapat memajukan UMKM Kaltara, meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, serta berkontribusi nyata dalam program pengentasan kemiskinan di Kalimantan Utara,” pungkasnya.***(IBM05)



