• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Gelar Diskusi Wacana Penundaan Pemilu, Akademisi Satu Suara

by Redaksi
29/03/2022
in Politik, Tarakan
A A

TARAKAN – Pada Selasa (29/03/2022) bertempat di ball room hotel Lotus Panaya, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam (PC PMII) kota tarakan melakukan bincang demokrasi dengan tema ”wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden” yang juga dihadiri Akademisi, KPU Tarakan dan Bawaslu Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Ketua KPU Tarakan Nasruddin memaparkan bagaimana pentingnya pemilu dan pendidikan politik bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa pemilu adalah sarana bagi rakyat untuk menjalankan kedaulatannya.

Baca Juga

Penusukan Maut Gegerkan Tarakan, Polisi Amankan Pelaku Utama

Kapolres Tarakan Berbuka Puasa dengan Tahanan, Tegaskan Pendekatan Humanis di Balik Rutan

Lampaui Target Nasional, Personel Polres Tarakan Digganjar Penghargaan Polda Kaltara

Sementara itu, Akademisi Universitas Borneo Tarakan (UBT) Yasser Arafat menjelaskan bahwa wacana penundaan pemilu 2024 ditinjau dari aspek hukum dan konstitusi, ia menilai hal tersebut bukan kepentingan yang substansial atau kepentingan bangsa dan negara. Kendati begitu, lebih mengarah kepada kepentingan kalangan tertentu yang memanfaatkan kekuasaan saat ini. Bahkan, ia menghawatirkan jika nantinya pemerintah tetap melakukan amandemen UUD terkait penundaan pemilu 2024. Bukan tidak mungkin akan muncul gerakan masyarakat yang menantang hal tersebut .

“Ini yang saya khawatirkan, kalau kemudian para politisi ngotot untuk melakukan amandemen UU dasar, demi meloloskan ide penundaan pemilu dan memperpanjang masa perpanjangan Joko Widodo yang saya khawatirkan ada gerakan masyarakat akar rumput yang penolakan besar-besaran sehingga bisa menjadi kericuhan dan gangguan kondusifitas di Indonesia,”ungkapnya, (29/03/2022).

“Pada akhirnya dalam kondisi militer dapat mengambil alih kekuasaan karena dianggap pemerintah tidak mampu menjalankan penyelenggaraan negara sebagai mana mestinya,”kata dia.

Ia mengatakan, jika Indonesia pernah memiliki pengalaman kelam sebelum Indonesia menerapkan sistem demokrasi secara penuh. Oleh karenanya, menurutnya wacana penundaan pemilu merupakan sebuah ancaman pada nasib demokrasi Indonesia.

“Ini yang saya takut, kita sudah punya pengalaman 32 tahun bagaimana negara ini dibimbing. Meskipun bukan militer yang memimpin, tapi ketika mliter ikut campur dalam urusan pemerintahan akan dapat mengancam kehidupan demokrasi di Indonesia. Sehingga memang perlu kebijaksanaan dari pejabat dan para ketua partai politik untuk menghormati konstitusi,”tukasnyam

sementara itu, Mohamad Nizam selaku ketua PC PMII Tarakan mengungkapkan bahwa bergulirnya isu penundaan pemulu 2024 yang dilontarkan salah satu pentinggi elit politik di negeri ini mendapatkan reaksi dari masyarakat khsusunya kalangan mahasiswa bahkan nizam menyampaikan bahwa secara sudut konstitusi dan sudut pandang
secara politik penundaan pemilu bisa menciderai sistem demokrasi saat ini.

“Tujuan kegiatan pagi ini adalah bagaimana menakar kemampuan pemilu 2024 secara konstitusi itu seperti apa. Dan perpanjangan masa jabatan presiden seperti apa. Kita menimbang dari sudut pandang, baik secara konstitusi maupun secara politik. Tentu tadi terpaparkan secara tuntas oleh pemateri tadi,”terang nizam.

“Tentunya masing-masing organisasi di cipayung memiliki pandangan yang berbeda-beda. Tapi secara garis besar kita sepakat bahwa menolak penundaan pemilu 2024 ini. Menimbulkan gerakan massal maupun aksi massa yang besar di Indonesia. Yang tentunya, apapun dalih wacana penundaan pemilu, baiknya tidak dilaksanakan mengingat potensi konflik yang akan muncul dari dampaknya,”tuntasnya.

Terkait

Next Post
PAD 2021 Melebihi Target

PAD 2021 Melebihi Target

Kelompok Tani Bakal Dibekali Startup, Gubernur : Untuk Memaksimalkan Pemasaran

Kelompok Tani Bakal Dibekali Startup, Gubernur : Untuk Memaksimalkan Pemasaran

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA