• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

ST: Pemimpin Harus Punya Mimpi Besar untuk Kemajuan Daerah

by Redaksi
10/05/2026
in Bulungan
A A

IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Pegiat media sosial Syafaruddin Thalib (ST) mengapresiasi langkah Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, yang dinilai responsif dalam menyambut tawaran investasi pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara).

Menurut ST, seorang pemimpin harus memiliki visi dan mimpi besar demi kemajuan daerah, yang kemudian diwujudkan melalui langkah nyata.

Baca Juga

Distribusi BBM Kembali Lancar, Pertamina Perketat Pengawasan SPBU

Kriminalisasi Petani Semenggaris: Ketika Hukum Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Korporasi!

Ayam KUB Jadi Upaya PKK Bulungan Perkuat Gizi dan Ekonomi Keluarga di Jelarai Selor

“Pemimpin itu harus punya mimpi. Kalau bermimpi saja tidak mau, bagaimana bisa melakukan hal-hal besar?” ujarnya.

Ia menilai, rencana pembangunan jaringan rel kereta api yang ditawarkan investor seharusnya mendapat dukungan dari berbagai pihak, karena berpotensi meningkatkan aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bumi Benuanta.

ST juga menyayangkan adanya kritik bernada sinis terhadap langkah Gubernur Kaltara tersebut. Menurutnya, konteks utama yang harus dipahami ialah pemerintah daerah sedang merespons peluang investasi strategis tanpa membebani anggaran negara.

“Ini bukan soal pemerintah memprioritaskan kereta api dibanding kebutuhan lain. Ada investor yang datang menawarkan pembangunan infrastruktur strategis, sehingga mestinya disupport, bukan malah dinyinyiri,” katanya.

Ia bahkan mengaku kecewa lantaran kritik tersebut datang dari seorang anggota DPR RI yang seharusnya memberikan dukungan sekaligus edukasi kepada masyarakat.

“Kalau LSM mengkritik, biasanya memakai data, analitik, dan pembanding dengan cara yang elegan. Dari situ saya jadi bisa membedakan antara kritik dan sekadar nyinyir,” ujarnya.

Lebih lanjut, ST menegaskan bahwa langkah Gubernur Kaltara dalam memperjuangkan pembangunan jaringan kereta api merupakan bentuk keseriusan membangun daerah, meski realisasinya membutuhkan waktu panjang.

“Tidak ada langkah berikutnya kalau langkah pertama tidak dimulai. Pak Gubernur sudah memulai upaya itu,” tuturnya.

Menurut ST, perjuangan tersebut bukan sekadar kepentingan politik jangka pendek, melainkan untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kalau hanya demi kepentingan politik, tentu beliau akan berpikir untuk apa memperjuangkan proyek besar yang mungkin belum selesai saat masa jabatan berakhir. Tapi ini memang untuk rakyat,” katanya.

Selain proyek kereta api, ST juga menilai Gubernur Kaltara terus berupaya memperjuangkan pembangunan akses jalan yang menghubungkan Malinau dan Krayan melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.

“Jadi jangan seolah-olah pemerintah hanya fokus pada kereta api, sementara jalan rusak tidak diperjuangkan. Faktanya, jalan menuju Krayan juga terus diperjuangkan,” jelasnya.

Sebelumnya, PT. Indonesia Transit Synergy (INTRA) melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terkait rencana investasi pembangunan jaringan kereta api.

Direktur Utama perusahaan tersebut, Rully Noviandar, memaparkan nilai investasi proyek yang diperkirakan mencapai Rp20 hingga Rp25 triliun. Seluruh pembiayaan disebut akan ditanggung investor tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

Selain mendukung konektivitas wilayah, proyek itu juga diproyeksikan mampu membuka sekitar 2.000 lapangan kerja bagi masyarakat lokal.***(IBM02)

Terkait

Next Post
Raker Perdana SIWO PWI Bulungan Perkuat Sinergi Media dan Dunia Olahraga

Raker Perdana SIWO PWI Bulungan Perkuat Sinergi Media dan Dunia Olahraga

SIWO Diminta Latih Cabor Kuasai Publikasi Digital

SIWO Diminta Latih Cabor Kuasai Publikasi Digital

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    BRI Unit Sengkawit Resmi Pindah ke Tanah Kuning, Pekan Depan Mulai Beroperasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Stok Air Baku PDAM Tirta Taka Aman 45 Hari, Pelanggan Diminta Hemat Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalur Tikus Perbatasan Dibobol, Pos Aji Kuning Gagalkan 1.500 Bungkus Rokok Ilegal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertumbuhan Ekonomi Bulungan Tembus 10,62 Persen, Tertinggi di Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota BBM Subsidi Nunukan Belum Seimbang dengan Kebutuhan, Pemkab Siapkan Data 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA