IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Bupati Bulungan, Syarwani mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bulungan dan TNI dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dengan TNI melalui Kodim 0903/Bulungan tersebut mampu menghadirkan berbagai pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat.
“Pertama tentu kami bersyukur atas sinergi yang baik antara Pemkab Bulungan dan TNI melalui Kodim 0903/Bulungan. Tahun 2026 ini kita dapat melaksanakan program TMMD yang dipusatkan di Desa Salimbatu dengan kontribusi anggaran dari APBD sekitar Rp1,2 miliar,” ujar Syarwani.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan pelaksana di lapangan, program TMMD tahun ini mencakup sejumlah kegiatan fisik maupun sosial. Di antaranya pembukaan jalan sepanjang kurang lebih 3,7 kilometer yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Selain itu, terdapat pula pembangunan fasilitas rumah masyarakat sebanyak enam unit serta berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari sasaran nonfisik program TMMD.
“Ini merupakan bentuk sinergi yang terus kita bangun antara Pemkab Bulungan dan TNI melalui program TMMD yang setiap tahun dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bulungan,” katanya.
Terkait kemungkinan pelaksanaan TMMD di lokasi lain ke depan, Syarwani menyebut pemerintah daerah masih menunggu penetapan lokasi dari komando atas di lingkungan TNI.
“Penetapan lokasi TMMD ditentukan oleh Kodam. Untuk tahun 2026 ini memang ada dua wilayah di jajaran Kodam yang kebetulan salah satunya dipusatkan di Kabupaten Bulungan melalui Kodim 0903/Bulungan,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan akan tetap mendukung program tersebut karena dinilai sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, terutama dalam pengembangan kawasan pangan.
“Program ini sejalan dengan kebutuhan daerah, khususnya dalam pengembangan kawasan pangan. Infrastruktur seperti jalan usaha tani memang sangat dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.
Syarwani juga menilai jalan yang dibuka sepanjang 3,7 kilometer tersebut tidak hanya mendukung aktivitas pertanian, tetapi juga menjadi akses publik bagi masyarakat.
“Jalan ini bukan hanya untuk kepentingan pertanian, tetapi juga menjadi akses masyarakat, khususnya warga di RT Bentian menuju Desa Salimbatu. Ini sangat membantu mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah daerah akan mempertimbangkan peningkatan kualitas jalan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.***(IBM02)


