IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat komitmen pemerataan akses digital dengan memprioritaskan pemasangan internet satelit di wilayah yang masih mengalami blank spot atau kesulitan sinyal. Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada 2025 dengan menyasar sedikitnya 38 titik lokasi, termasuk sekolah, puskesmas, dan pusat pelayanan masyarakat.
Sejumlah wilayah hulu menjadi prioritas utama, di antaranya Kecamatan Peso, Peso Hilir, dan Sekatak. Selain itu, kawasan transmigrasi KM Binai, Puskesmas Antutan, serta beberapa desa yang memiliki satuan pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan juga masuk dalam daftar sasaran program.

Bupati Bulungan, Syarwani, menjelaskan bahwa pemasangan jaringan internet berbasis satelit seperti Starlink difokuskan pada titik-titik dengan kepadatan pemukiman dan pelayanan publik tertinggi. Hal ini dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
“Dalam satu wilayah atau desa, pemasangan dilakukan berdasarkan titik terpadat. Ada desa yang kantor desanya cukup jauh dari pemukiman warga. Sementara masyarakat membutuhkan akses informasi, dan kantor desa juga memerlukan jaringan untuk pelaporan serta komunikasi. Karena itu, bisa saja dalam satu desa dipasang satu hingga dua titik, menyesuaikan kondisi dan topografi wilayah,” ujarnya.
Bupati Menegaskan, jika ditahun 2026 ini, program itu masih terus berjalan, hingga tidak ada lagi desa yang tidak bisa memperoleh informasi atau terisolasi karena tidak memiliki jaringan.
Sementara itu, Kabag Humas Kabupaten Bulungan, Yunus, melalui Kepala Bidang Penyelenggara E-Government Diskominfo Bulungan, Neri, mengungkapkan bahwa biaya pengadaan perangkat mencapai sekitar Rp8,5 juta per unit. Pada tahap awal tahun ini direncanakan pengadaan 10 unit, dengan biaya berlangganan berkisar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per bulan per titik.

Pemerintah daerah akan mendukung biaya langganan selama tujuh bulan pertama. Selanjutnya, pembiayaan operasional akan dilanjutkan oleh masing-masing pengguna atau pengelola di lokasi pemasangan, baik itu pemerintah desa, sekolah, maupun fasilitas kesehatan.
Paket yang dipilih merupakan paket resident dengan kecepatan hingga 300 Mbps. Keunggulan paket ini terletak pada kapasitas bandwidth yang lebih besar serta fleksibilitas area pemasangan selama tidak terdapat hambatan fisik yang mengganggu sinyal satelit.
Meski demikian, tantangan teknis tetap menjadi perhatian. Salah satu kendala yang kerap muncul adalah potensi over pengguna. Dengan kapasitas maksimal 300 Mbps, jaringan idealnya digunakan oleh sekitar 20 hingga 30 perangkat agar kualitas koneksi tetap stabil.
Selain itu, faktor ketersediaan listrik juga menjadi pertimbangan utama. Seperti yang terjadi di Desa Antal pada tahun sebelumnya, perangkat yang telah dipasang tidak dapat difungsikan akibat belum tersedianya aliran listrik. Berdasarkan rekomendasi camat, perangkat tersebut kemudian dialihkan ke wilayah lain yang lebih siap secara infrastruktur.
Pada 2024 lalu, beberapa wilayah seperti Liagu dan Siandau juga telah menjadi prioritas pemasangan dalam upaya mengurangi kesenjangan digital di daerah pedalaman.
Program ini tidak hanya bertujuan membuka akses internet bagi masyarakat umum, tetapi juga untuk mendukung kelancaran pelayanan publik. Sekolah membutuhkan konektivitas untuk mendukung pembelajaran berbasis digital, sementara puskesmas memerlukan akses internet untuk pelaporan data kesehatan, koordinasi, serta layanan administrasi, serta layanan BPJS
Dengan dimulainya program pada 2025 dan total 38 titik yang direncanakan, Pemkab Bulungan berharap kesenjangan akses informasi di wilayah hulu dan daerah terpencil dapat ditekan secara bertahap.
Pemkab menegaskan bahwa prioritas utama tetap diberikan kepada wilayah blank spot, terutama di Peso, Peso Hilir, dan Sekatak, sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan publik yang merata hingga ke pelosok daerah.
“Tahun ini masih ada 10 lagi yang akan dilakukan kesejumlah desa, namun hasil musrembang belum masuk, sehingga kami belum tahu desa mana saja yang masih membutuhkan, selain itu juga kami Masi memetakan beberapa desa yang masih blanksport, saat ini datanya belum masuk, kalau sudah masuk data ke kami, maka kami akan langsung realisasikan,” pungkasnya***(RM)


