IBMNews.co.id, Tarakan – Sinergi antara aparat penegak hukum, lembaga pencegahan narkotika, dan dunia usaha kembali diperkuat di Kota Tarakan. Polres Tarakan bersama BNNP Kalimantan Utara menggandeng PT Cempaka Indah Sejahtera dalam kegiatan sosialisasi bahaya NAPZA, judi online, serta pinjaman online ilegal yang digelar Minggu (15/2/2026) di Aula Bulungan, Tarakan Plaza Hotel & Convention Centre.
Kegiatan ini diikuti jajaran manajemen dan karyawan perusahaan sebagai langkah preventif untuk membentengi lingkungan kerja dari penyalahgunaan narkotika maupun praktik ilegal yang berdampak pada keselamatan dan produktivitas.
Direktur PT Cempaka Indah Sejahtera, Aryo Bimo, menegaskan kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga integritas tenaga kerja.
“Kami menyadari bahwa ancaman NAPZA, judi online, dan pinjaman online ilegal ini nyata dan bisa menyasar siapa saja, termasuk pekerja. Karena itu kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami menggandeng BNNP dan Polres Tarakan agar edukasi yang diberikan komprehensif, baik dari sisi kesehatan maupun hukum,” ujarnya.
Aryo menambahkan, sebagai perusahaan vendor yang bekerja sama dengan PT Medco E&P Asset Tarakan, pihaknya memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga standar keselamatan kerja.
“Di sektor migas, aspek keselamatan itu mutlak. Kami tidak ingin ada karyawan yang terpapar narkoba atau terlilit masalah judi dan pinjol ilegal yang akhirnya mengganggu fokus kerja. Sosialisasi ini akan kami jadikan agenda rutin,” tegasnya.
Muhammad Ilham, S.Sos., Penyuluh Narkoba Ahli Madya sekaligus Kepala Tim Bidang Pencegahan BNNP Kalimantan Utara, dalam paparannya menekankan pentingnya peran perusahaan sebagai garda terdepan pencegahan.
“Lingkungan kerja adalah salah satu titik strategis pencegahan. Ketika perusahaan punya komitmen kuat, maka upaya P4GN bisa berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Ia memaparkan bahwa penyalahgunaan narkotika seringkali diawali dari coba-coba hingga berujung pada ketergantungan.
“Secara neurobiologi, zat adiktif merusak sistem otak yang mengatur kontrol diri dan pengambilan keputusan. Dampaknya bukan hanya kesehatan, tapi juga produktivitas, meningkatnya risiko kecelakaan kerja, hingga kerugian ekonomi perusahaan,” paparnya. Ilham juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pendekatan rehabilitatif.
“Kami mendorong adanya peer support di lingkungan kerja. Jangan ada stigma. Kalau ada pekerja yang terindikasi, arahkan untuk rehabilitasi. Tujuan kami bukan semata-mata menghukum, tapi menyelamatkan,” tegasnya. Ia mengapresiasi keterlibatan pihak swasta dalam kegiatan tersebut.
“Kolaborasi seperti ini yang kami harapkan. BNNP tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan perusahaan sangat menentukan keberhasilan pencegahan,” tambahnya.
Sementara itu, IPTU Amirudin Huzain selaku Kanit Idik I Satresnarkoba Polres Tarakan menegaskan bahwa aspek hukum dari narkotika, judi online, maupun pinjaman online ilegal memiliki konsekuensi serius.
“Banyak yang menganggap judi online itu sekadar hiburan. Padahal, secara hukum itu tindak pidana. Bandar bisa terancam hingga sembilan tahun penjara, dan pemain pun tetap bisa dipidana,” jelasnya.
Ia juga menyoroti maraknya kasus pinjaman online ilegal yang berujung intimidasi dan penyalahgunaan data pribadi.
“Pinjaman online ilegal seringkali memanfaatkan data pribadi untuk menekan korban. Ini sudah diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan regulasi lainnya. Masyarakat harus lebih bijak dan memastikan legalitas sebelum meminjam,” katanya.
Terkait narkotika, Amirudin menegaskan bahwa sanksi pidana dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tetap berlaku tegas.
“Baik pengguna maupun pengedar memiliki konsekuensi hukum. Jangan sampai masa depan hancur karena satu kesalahan. Kami dari Polres Tarakan mendukung penuh langkah pencegahan melalui edukasi seperti ini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan perusahaan dalam menerima sosialisasi hukum.
“Ini contoh baik. Ketika dunia usaha proaktif menggandeng kepolisian dan BNNP, maka upaya pencegahan bisa lebih efektif daripada hanya penindakan,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menunjukkan antusiasme peserta. Melalui sinergi antara Polres Tarakan, BNNP Kaltara, dan pihak swasta, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat, serta berintegritas di Kota Tarakan.***(RM)


