IBMNews.co.id, Bunyu — Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Bunyu Tahun 2026, Selasa pagi (3/2/2026), di gedung pertemuan Kecamatan Bunyu.
Musrenbangcam ini menjadi tahapan strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bulungan Tahun 2027, sekaligus forum penyelarasan aspirasi masyarakat desa dan kelurahan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Kepala Bappeda Litbang Bulungan, Ir. Iwan Sugianta, ST., MT, menegaskan bahwa Musrenbangcam bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian krusial dalam memastikan usulan masyarakat masuk dalam perencanaan yang terukur dan terarah.
“Forum ini bertujuan mempertajam usulan prioritas desa, mengklasifikasikan kewenangan pendanaan, serta menyelaraskan program dengan tema dan prioritas pembangunan daerah,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, hasil Musrenbangcam mencakup daftar prioritas usulan kecamatan, berita acara kesepakatan, serta matriks sinkronisasi usulan yang akan dikawal oleh delegasi kecamatan pada Musrenbang tingkat kabupaten.
Secara makro, kinerja pembangunan Kabupaten Bulungan menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah diproyeksikan mencapai 5,80 persen pada 2027, dengan target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,50. Tingkat kemiskinan ditargetkan turun hingga 7,00 persen, sementara rasio ketimpangan (Gini Ratio) ditekan pada angka 0,260.
Meski demikian, sejumlah tantangan strategis masih menjadi perhatian, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan seperti Kecamatan Bunyu.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM lokal, pemerataan infrastruktur, serta ketahanan lingkungan dan mitigasi bencana masih menjadi isu utama,” jelas Iwan.
Sejalan dengan visi pembangunan daerah, Kabupaten Bulungan yang Berdaulat dan Unggul melalui Pembangunan Hijau yang Berkelanjutan, wilayah pesisir diarahkan sebagai pusat pengembangan ekonomi maritim dan industri hijau. Kecamatan Bunyu diposisikan sebagai salah satu kawasan strategis pendukung visi tersebut.
Program prioritas yang didorong meliputi pengembangan pariwisata bahari, peningkatan konektivitas antar pulau, penguatan sektor perikanan tangkap, pembangunan industri pengolahan hasil laut, serta penguatan mitigasi bencana pesisir.
Dari sisi pendanaan, Pemerintah Kabupaten Bulungan mengalokasikan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2026 sebesar Rp178,33 miliar. Sejumlah desa di Kecamatan Bunyu juga menerima insentif melalui program Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE).
“TAKE merupakan bentuk apresiasi bagi desa yang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Selain ekonomi dan lingkungan, isu kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian. Data menunjukkan adanya peningkatan prevalensi stunting di Kecamatan Bunyu pada periode 2024–2025.
“Penanganan stunting menjadi prioritas lintas sektor, mulai dari penguatan layanan kesehatan dasar hingga intervensi gizi berbasis masyarakat,” tegas Iwan.
Melalui Musrenbangcam Bunyu 2026, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap seluruh usulan pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.****(IBM02)


