• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Di Shaf Terakhir, Keteladanan Seorang Gubernur

by Redaksi
25/03/2026
in Pemprov Kaltara
A A

IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Suasana hangat menyelimuti sebuah sudut di Cendana Resto, Tanjung Selor, Rabu (18/3/2026). Di tengah kebersamaan buka puasa bersama antara Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, dan insan pers se-Kaltara, terselip sebuah momen sederhana yang justru meninggalkan kesan mendalam.

Acara yang digelar untuk mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan itu berlangsung akrab. Tawa ringan dan obrolan santai mengalir, membangun kedekatan antara pemerintah dan para jurnalis. Tak sekadar berbuka puasa, pertemuan ini juga menjadi ruang memperkuat sinergi komunikasi dan kemitraan.

Baca Juga

Efisiensi WFA di Kaltara Torehkan Penghematan Rp230 Juta, Sekprov: Ini Bukti Disiplin ASN yang Mulai Membudaya

Pasca Lebaran, Sekprov Kaltara: Jangan Biarkan Semangat Ramadan Padam Usai Salat Id!

Ketika Pemimpin Turun ke Wajan: Cara Sederhana Zainal A. Paliwang Menyapa Rakyat

Namun, bukan hanya suasana kebersamaan yang menjadi cerita. Ada satu momen kecil yang tanpa disadari berubah menjadi potret keteladanan.

Saat waktu salat tiba, para tamu bergegas menunaikan ibadah berjamaah. Di tengah kekhusyukan itu, seorang wartawan tanpa sengaja mengabadikan pemandangan yang tak biasa: sang gubernur berdiri sendiri di shaf paling belakang.

Bukan di barisan depan, bukan pula di tengah. Ia memilih—atau lebih tepatnya, berada—di posisi terakhir.

Momen itu kemudian menjadi bahan gurauan ringan. Dalam bincang santai selepas salat, seorang wartawan pun melontarkan pertanyaan dengan nada bercanda, menyoroti posisi sang gubernur yang “tidak biasa”.

Dengan senyum tenang, ia menjawab sederhana. Tidak ada alasan khusus, selain karena datang paling akhir.

Ia mengaku masih menyelesaikan makan saat salat telah dimulai, sehingga baru mengambil wudhu belakangan. Tanpa ragu, ia langsung bergabung di barisan yang tersedia—di belakang.

Namun dari jawaban sederhana itu, tersirat pesan yang jauh lebih dalam.
Menurutnya, dalam ibadah, tidak ada tempat bagi status dan jabatan. Di hadapan Tuhan, semua manusia berdiri dalam posisi yang sama—tanpa pembeda.

Ia menegaskan, siapa pun, setinggi apa pun kedudukannya, tetap mengikuti aturan yang sama dalam salat berjamaah. Bahkan, jika seorang staf menjadi imam, maka ia pun wajib mengikuti.

Bagi dirinya, salat bukan soal posisi di depan atau belakang. Bukan pula tentang siapa yang terlihat paling menonjol. Yang utama adalah niat dan kekhusyukan.

Dalam refleksi singkatnya, ia mengingatkan bahwa ibadah adalah tentang mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan berlomba mencari tempat paling depan.

“Kadang, yang terlihat paling belakang, justru memiliki makna paling depan,” ujarnya pelan.

Momen singkat itu pun menjadi lebih dari sekadar kejadian biasa. Di balik kesederhanaannya, terselip pesan tentang kerendahan hati—bahwa kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan dari posisi terdepan, melainkan dari sikap yang menempatkan diri setara dengan yang lain.

Di shaf terakhir itu, publik melihat sisi lain seorang pemimpin: sederhana, apa adanya, dan penuh makna.***(Randa)

Terkait

Next Post
Di Shaf Terakhir, Keteladanan Seorang Gubernur

Di Usia 48 Tahun, Denny Harianto Memaknai Ulang Pengabdian untuk Bumi Benuanta

Sidak Sekda di Hari Pertama Kerja, Sejumlah ASN Ditemukan Absen, Layanan Publik Belum Maksimal

Sidak Sekda di Hari Pertama Kerja, Sejumlah ASN Ditemukan Absen, Layanan Publik Belum Maksimal

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA