IBMNews.co.id, Malinau – Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) DPW Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Provinsi Kalimantan Utara digelar dan ditutup secara resmi, Senin (9/2/2026), di Tajan Frank Park, Kabupaten Malinau. Kegiatan berlangsung lancar dengan nuansa adat Dayak yang kental.
Ketua DPW TBBR Kaltara, Mangku Muriono Ibit, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kaltara, Bupati Malinau, unsur Forkopimda, DPP TBBR yang diwakili Bang Moses Thomas, serta seluruh jajaran DPD TBBR se-Kaltara yang hadir dan menyukseskan kegiatan tersebut.
Rapimwil mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi Organisasi Menuju TBBR yang Solid, Mandiri dan Bermartabat di Kalimantan Utara.” Tema ini menegaskan komitmen TBBR untuk menjaga adat, budaya, serta hak dan martabat masyarakat Dayak di tengah dinamika pembangunan.
“Organisasi harus tetap solid dan kompak dalam menjalankan peran menjaga adat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Dayak,” tegas Muriono.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. Zainal A. Paliwang, yang membuka kegiatan secara simbolis dengan pemukulan gong, menilai organisasi adat memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah.
“Organisasi adat tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah dan menciptakan keharmonisan di tengah keberagaman,” ujarnya.
Senada, Bupati Malinau Wempi Wemawa menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pembangunan tetap berpijak pada nilai budaya dan kearifan lokal. Menurutnya, organisasi adat memiliki peran penting menjaga identitas dan persatuan masyarakat.
Rapimwil ini diharapkan melahirkan rekomendasi strategis guna memperkuat peran TBBR dalam mendukung pembangunan daerah, tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan kepada generasi mendatang.***(IBM02)


