• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Berkabung, Tokoh Masyarakat Toraja Matius Pasang Tutup Usia

by Redaksi
11/08/2023
in Tarakan
A A

Berkabung, Tokoh Masyarakat Toraja Matius Pasang Tutup Usia

TARAKAN – Kabar duka datang dari keluarga besar masyarakat Toraja di Kota Tarakan dengan meninggalnya salah satu tokoh masyarakat Toraja yakni Matius pasang sebagai salah satu tokoh berpengaruh di Kota Tarakan pada Selasa (8/8/2023) di Rumah Sakit Makassar. Saat dikonfirmasi, Yohanes Londong adik mendiang Matius Pasang mengungkapkan kepergian Matius merupakan suka bagi seluruh masyarakat Toraja di Kota Tarakan.

Baca Juga

ALOK Apresiasi Polrestabes Makassar dan Gubernur Kaltara atas Penanganan Kasus Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual

Rock on the Street Vol. 4: Ribuan Langkah, Satu Frekuensi, Menyatu Seirama

RSUD dr. H. Jusuf SK Sukses Lakukan Operasi Jantung ke-15 di Kaltara

Yohanes menerangkan, semasa hidup Matius kerap melakukan aksi sosial dengan banyak membantu kehidupan masyarakat. Selain itu, beliau juga berjasa dalam aktivitas keagamaan masyarakat Toraja di Tarakan yang terlibat dalam kegiatan pembangunan gereja.

“Sosok Almarhum adalah tokoh masyarakat Toraja Kota Tarakan dan dikenal seluruh masyarakat di Kota Tarakan. Almarhum ini adalah tokoh pembangunan. Selama beliau hidup beliau sudah banyak membangun fasilitas umum secara pribadi. Baik jalanan, maupun bangunan fasilitas masyarakat Toraja di Tarakan. Kemudian almarhum ini, kami pernah mau mendirikan gereja, beliau yang mengusahakan dari awal sampai selesai,”katanya, (10/8/2023).

“Almarhum Matius Pasang ini dikenal seluruh warga Toraja di Tarakan, beliau juga merupakan sosok yang suka membantu sesama. Beliau juga tokoh agama sehingga kami benar-benar merasa sangat kehilangan. Beliau meninggal di usia 70 tahun dan meninggalkan 6 orang anak,”sambungnya.

Dikatakannya prosesi pemakaman Matius Pasang dilakukan dengan tradisi adat Toraja dan menjalani beberapa rangkaian. Selain itu, dengan meninggalnya bapak pembangunan tersebut pihak keluarga memotong 20 ekor kerbau dan 20 ekor babi sebagai tanda penghormatan kepada mendiang. Pemotongan hewan tersebut juga merupakan bagian dari tradisi adat Toraja yang sudah dilakukan sejak Turun-menurun.

“Kalau tahapannya ada 4 tahapan. Tahapan pertama ada namanya sitemu Mairi, sitemu Mairi adalah proses saling memaafkan sebelum mulai prosesi. Kemudian acara Ma’badong adalah gerakan tarian yang dilakukan untuk menghibur keluarga jenazah. Tarian ini dapat dilakukan oleh keluarga jenazah, rekan, tetangga ataupun orang lain. Setelah itu ada nama Ma’pasilaga yaitu adu kerbau, ma’alona, potong kerbau untuk orang yang melayat, selanjutnya adalah banta’a yaitu bagi daging untuk masyarakat, kelima ada Penguburan dan prosesi terakhir Ibadah penenangan,”ucapnya.

“Orang Toraja yang meninggal harus potong kerbau tapi tergantung kemampuan. Kalau mampu dia potong banyak-banyak, seperti acara pemakaman ini. Pemakaman ini memotong 20 ekor kerbau dan harga kerbau itu paling murah Rp 45 juta. Kerbau yang dipotong itu nanti dibagikan kepada semua yang hadir di acara itu,”katanya.

“Kalau seandainya babi tidak dibatasi mungkin banyak sekali. Karena dibatasi hanya 20 ekor juga. Tapi jumlahnya nanti bisa berkembang saat prosesi acara,”tutupnya.

Terkait

Next Post
Gubernur Zainal Paliwang Lepas Kontingen Pramuka ke Rainas Cibubur

Gubernur Zainal Paliwang Lepas Kontingen Pramuka ke Rainas Cibubur

Curi Sepeda Motor dan Ponsel, Seorang Pemuda Mengaku Untuk Kebutuhan Hidup

Curi Sepeda Motor dan Ponsel, Seorang Pemuda Mengaku Untuk Kebutuhan Hidup

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • ALOK Kaltara Kecam Penolakan Dakwah UAS di Minahasa, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

    ALOK Kaltara Kecam Penolakan Dakwah UAS di Minahasa, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Cuma Penyakit Lansia: Mengapa Anak Muda Zaman Sekarang Rentan Terkena Serangan Jantung?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Ormas Kaltara Soroti Upaya Damai Kasus Dugaan Penculikan dan Penganiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Hukum Yang Membahayakan Nyawa Tidak Bisa Diselesaikan Dengan Restorative Justice

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ALOK Apresiasi Polrestabes Makassar dan Gubernur Kaltara atas Penanganan Kasus Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA