• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Disinyalir tidak tepat sasaran, Warga Tarakan Geram, Desak Lembaga Independen Awasi Bansos: Jangan Jadi Alat Politik!

by Redaksi
24/07/2025
in Tarakan
A A

IBMNews.com, Tarakan – Maraknya dugaan penyalahgunaan dan politisasi bantuan sosial (bansos) memicu kemarahan warga. Ardiansyah Mayo SE, salah seorang masyarakat Tarakan, mendesak pembentukan lembaga independen pengawas bansos yang melibatkan unsur masyarakat sipil. Tak hanya itu, ia juga menekankan peran krusial Ketua RT sebagai garda terakhir pengawasan distribusi bansos agar tepat sasaran.

Ardiansyah Mayo, SE (Salah satu warga masyarakat yang mengusulkan pembentukan pengawas Independen di tingkat RT)

Ardiansyah menegaskan, bahwa Ketua RT sebagai ujung tombak pemerintahan tingkat bawah harus diberi kewenangan lebih bukan sekadar perantara informasi, tapi juga pengawas aktif yang memastikan bansos tak diselewengkan.

Baca Juga

ALOK Apresiasi Polrestabes Makassar dan Gubernur Kaltara atas Penanganan Kasus Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual

Rock on the Street Vol. 4: Ribuan Langkah, Satu Frekuensi, Menyatu Seirama

RSUD dr. H. Jusuf SK Sukses Lakukan Operasi Jantung ke-15 di Kaltara

“Ketua RT harus punya taring! Mereka harus bisa menolak jika ada data penerima yang tidak sesuai. Jangan hanya jadi tukang stempel,” tegasnya.

Ia mendorong Pemda Tarakan segera membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mempertegas tugas Ketua RT dalam pendistribusian bansos. Dengan payung hukum kuat, Ketua RT bisa bertindak lebih tegas dan memiliki legitimasi saat menemukan kecurangan.

Lebih dari sekadar mengandalkan RT, Ardiansyah mendesak pembentukan lembaga pengawas independen yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, dan LSM.

“Lembaga ini harus benar-benar netral, jauh dari kepentingan politik, dan punya hak melapor langsung ke Ombudsman atau penegak hukum jika menemukan indikasi penyelewengan,” tegasnya.

Ia menambahkan, lembaga ini bisa dibentuk hingga level RT untuk memastikan pengawasan lebih ketat. “Masyarakat harus punya tempat mengaduan yang jelas. Jika ada bansos dikorupsi atau dipolitisasi, lembaga inilah yang akan bertindak,” ujarnya.

Tak hanya bansos, lembaga ini juga bisa berperan dalam pencegahan peredaran narkoba di tingkat komunitas.

Dukungan mengalir dari sejumlah warga. Adam Ishak, warga Karang Anyar Pantai, menyatakan frustrasi. “Bansos sering hanya dinikmati orang dalam atau pendukung partai tertentu. Kami butuh transparansi! Jangan sampai bansos malah bikin rakyat sengsara.”

Jika usulan ini diwujudkan, Tarakan bisa menjadi contoh pengelolaan bansos yang akuntabel dan bebas politisasi. Namun, semua tergantung pada keseriusan pemerintah dan DPRD mewujudkannya.

Sementara itu, menanggapi desakan sejumlah warga Tarakan, Sekretaris Komisi 1 DPRD Tarakan, Baharudin SE, menyatakan apresiasi atas usulan warga. Namun, ia mengingatkan bahwa pembentukan lembaga independen harus melalui kajian matang, termasuk kesiapan anggaran.

Baharuddin, SE ( Sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Tarakan)

“Kami sepakat pengawasan harus diperkuat. Tapi, lembaga baru berarti butuh pendanaan. Ini harus dibahas bersama Pemkot,” jelasnya.

Ia mengakui, meski selama ini verifikasi data penerima bansos terus dilakukan, namun kemungkinan pengawasan lapangan masih lemah. “Dengan melibatkan masyarakat, kami harap bansos tak lagi jadi ajang bagi-bagi proyek politik,” tandasnya. ***(IBM01)

Terkait

Next Post
Trakindo Fest 2025, Pj. Sekprov Apresiasi Peran Aktif Swasta Membangun Daerah 

Trakindo Fest 2025, Pj. Sekprov Apresiasi Peran Aktif Swasta Membangun Daerah 

Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Resmi Disetujui oleh DPRD Nunukan

Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Resmi Disetujui oleh DPRD Nunukan

Keanggotaan SMSI

Berita Terlaris

  • ALOK Kaltara Kecam Penolakan Dakwah UAS di Minahasa, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

    ALOK Kaltara Kecam Penolakan Dakwah UAS di Minahasa, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Cuma Penyakit Lansia: Mengapa Anak Muda Zaman Sekarang Rentan Terkena Serangan Jantung?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Ormas Kaltara Soroti Upaya Damai Kasus Dugaan Penculikan dan Penganiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ALOK Apresiasi Polrestabes Makassar dan Gubernur Kaltara atas Penanganan Kasus Mahasiswi Korban Kekerasan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Hukum Yang Membahayakan Nyawa Tidak Bisa Diselesaikan Dengan Restorative Justice

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA