IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Kodim 0903/Bulungan resmi memulai rehabilitasi dua Jembatan Perintis Garuda yang berada di Desa Sajau Hilir dan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Proyek ini tidak hanya menargetkan perbaikan infrastruktur, tetapi juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat setempat serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Groundbreaking ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Komandan Korem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, didampingi Dandim 0903 Bulungan Letkol Inf. Dhuwi Hendradjaja, serta para kepala desa dan tokoh masyarakat setempat pada Senin (06/04/26).

Dandim 0903/Bulungan, Letkol Inf Dhuwi Hendradjaja, menjelaskan bahwa rehabilitasi ini merupakan tindak lanjut arahan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sesuai instruksi Presiden. “Tujuannya membantu memperlancar akses masyarakat, khususnya di dua desa tersebut,” ujarnya.
Kondisi jembatan yang sudah berusia puluhan tahun menjadi alasan utama. Jembatan di Sajau Hilir berusia sekitar 20 tahun, sementara di Tanjung Agung sekitar 16 tahun dengan beberapa kali kerusakan. Rehabilitasi dilakukan menyeluruh, meliputi penggantian gelagar, kawat seling, penambahan pengaman sisi kiri-kanan, serta pengecatan.
Yang membedakan program ini adalah pelibatan aktif warga lokal. Dari total 20 tenaga kerja, sebanyak 12 orang merupakan warga setempat. Sisanya terdiri dari 5 personel Kodim, satu tim teknis, satu satgas, dan satu konsultan. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati hasilnya, tetapi juga terlibat langsung dalam pembangunan. Ini bagian dari membangkitkan kembali gotong royong,” tegas Dhuwi.
Jembatan ini memiliki peran vital, akses utama menuju fasilitas pendidikan dan jalur distribusi hasil pertanian. Dengan kapasitas diperluas, lebar jembatan Sajau Hilir dari 1,3 meter menjadi 1,8 hingga 2 meter, dan Tanjung Agung dari 1,2 meter menjadi 1,8 hingga 2 meter, diharapkan aktivitas ekonomi warga semakin lancar.
Target pengerjaan 35 hari. Anggaran bersumber dari APBN melalui Mabes TNI AD dengan estimasi sebesar 315 juta rupiah untuk satu jembatan. Total perkiraan anggaran untuk dua jembatan sebesar Rp. 630 juta. Jika ada kebutuhan tambahan, Kodim akan mengusulkan ke komando atas melalui Korem.
“Kami berharap program ini tidak hanya membangun jembatan, tetapi juga membangun kembali semangat kebersamaan dan kemandirian masyarakat dalam memajukan wilayahnya,” pungkas Dandim.***(IBM02)


