IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Rehabilitasi Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, disambut haru dan syukur oleh warga. Selama bertahun-tahun, jembatan tua tersebut kerap menjadi langganan kecelakaan karena usianya yang sudah uzur. Kini, Korem 092/Maharajalila bersama Kodim 0903/Bulungan turun tangan membangun ulang akses vital bagi warga Desa Sajau Hilir dan Tanjung Agung itu.

Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila, Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, menegaskan proyek ini adalah langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah. “Pembangunan ini menjadi bagian penting dalam membuka akses antarwilayah yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya, Senin (06/04/26).
Ia menjelaskan, jembatan bukan hanya fisik beton dan besi, melainkan simbol kemajuan dan pemerataan. “Jembatan ini simbol kemajuan, pemerataan pembangunan, serta wujud kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Krisman Yambo salah satu tokoh masyarakat Sajau hilir, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian Korem 092 Maharajalila, melalui Kordim 0903 Bulungan, yang melakukan upaya perbaikan jembatan Perintis Garuda, dengan sistem pemberdayaan masyarakat lokal.
Ia mengaku lega karena anak-anak sekolah kini tak perlu lagi melewati jembatan yang rapuh.
“Dulu setiap hujan, kami was-was. Roda dua sering selip, ada warga yang jatuh ke sungai karena papan jembatan bolong. Terima kasih tak terhingga untuk Pak Presiden, Pak Danrem dan jajaran Kodim 0903 Bulungan yang cepat tanggap,” ujarnya dengan mata berbinar.
Senada, dengan Kepala Desa Tanjung Agung yakni Marko yang menyebutkan bahwa peran TNI AD sangat luar biasa.
“Kami sudah puluhan tahun berharap ada perbaikan. Anggaran desa sangat terbatas, sehingga tidak bisa kami gunakan untuk merehabilitasi jembatan ini, namun Pak Babinsa dan Pak Danramil yang mendengar keluhan kami langsung tanggap. Berkat sinergi Korem 092 dan Kodim 0903, jembatan ini kini berdiri kokoh. Ini bukan hanya infrastruktur, ini penyelamat nyawa warga,” tuturnya penuh haru.
Menurut Danrem, rehabilitasi jembatan akan melancarkan mobilitas warga, distribusi barang, serta akses ke layanan kesehatan dan pendidikan. “Ini langkah nyata membangun masa depan generasi mendatang,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat agar pembangunan berjalan aman dan tepat waktu. Masyarakat diajak aktif menjaga dan merawat hasil pembangunan. “Kami imbau warga ikut menjaga dan merawat jembatan ini demi kepentingan bersama,” imbuhnya.
Sjahroni membuka ruang bagi warga untuk mengusulkan perbaikan infrastruktur lain melalui Babinsa di masing-masing wilayah. “Nanti akan ditindaklanjuti Kodim 0903/Bulungan dengan survei dan pemetaan skala prioritas,” jelasnya.
Secara nasional, TNI menargetkan pembangunan dan perbaikan sekitar 7.000 jembatan di seluruh Indonesia tahun ini. Hingga kini, sekitar 200 titik telah mulai dikerjakan, dengan fokus pada wilayah yang berdampak langsung pada pertanian, pendidikan, dan perekonomian rakyat.
“Program ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Tujuan akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkas Danrem.***(IBM02)

