IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tetap menjadi agenda prioritas pada tahun anggaran 2026. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bulungan, Syarwani, sebagai bagian dari strategi membuka keterisolasian wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Syarwani, pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi wilayah antar kecamatan dan desa yang hingga kini aksesibilitasnya belum optimal. Ia menilai, pemerataan pembangunan bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen penting untuk menghadirkan keadilan pembangunan di seluruh penjuru daerah.
“Pemerataan pembangunan ini adalah upaya nyata untuk membuka wilayah yang masih terisolasi serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Syarwani, Sabtu (28/02/2026).


Ia menekankan bahwa konektivitas antarwilayah memiliki efek domino yang signifikan. Akses jalan dan jembatan yang memadai akan memperlancar distribusi barang dan jasa, memudahkan masyarakat menjangkau layanan pendidikan dan kesehatan, hingga mempercepat mobilitas hasil pertanian maupun perikanan ke pusat-pusat pasar.
“Jika akses jalan dan jembatan dalam kondisi baik, mobilitas masyarakat menjadi lancar dan roda perekonomian otomatis bergerak lebih cepat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syarwani menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah. Perencanaan disusun berdasarkan skala prioritas yang mengacu pada kebutuhan riil masyarakat serta tingkat urgensi infrastruktur di lapangan.
“Kita tetap realistis menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Namun komitmen terhadap pemerataan pembangunan tidak akan berubah,” katanya.
Sejumlah ruas jalan penghubung antar kecamatan dan beberapa titik jembatan yang dinilai krusial telah masuk dalam pemetaan awal perencanaan 2026.
Pemerintah daerah, lanjutnya, tengah melakukan identifikasi titik-titik prioritas yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Bulungan berharap kesenjangan pembangunan antarwilayah dapat ditekan secara bertahap. Infrastruktur yang merata diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan seluruh wilayah di Kabupaten Bulungan merasakan hasil pembangunan secara adil, sehingga tidak ada lagi daerah yang merasa tertinggal,” pungkasnya.***(RM)


